Tes CPNS 2016 Dipercepat, Perawat dan Bidan PTT Akan Diangkat PNS

1

Tes CPNS 2016 rencananya akan diselenggarakan lebih cepat dari jadwal semestinya. Peluang untuk mendapatkan tempat sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) banyak dinantikan oleh banyak orang. Tes CPNS 2016 ini pun juga terbuka bagi para perawat. Pendaftaran CPNS perawat 2016 akan banyak diserbu terutama para lulusan baru.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) akan mempercepat rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), dilansir Jawapos.com.

Percepatan tes CPNS 2016 ini telah dipastikan oleh pemerintah yakni para bulan Maret 2016.

Kepastian rencana rekrutmen CPNS itu disampaikan Asisten Deputi Bidang Kebijakan Pengadaan Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur, KemenPAN-RB, Arizal, usai kunjungan ke Ternate, Senin (21/9).

Menurutnya, tes tahun depan digelar lebih awal karena pertimbangan 2015 telah terjadi moratorium, sehingga panitia lebih siap. Meski begitu, sampai saat ini formasi penerimaan CPNS belum ditetapkan.

Sebab, penetapan formasi harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Kementerian Keuangan terkait biaya kebutuhan belanja pegawai. Dia juga mengatakan, tenaga kesehatan khususnya bidan dan perawat yang diangkat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadi Pegawai Tidak Tetap (PTT) telah diusulkan kepada KemenPAN untuk diangkat menjadi PNS tanpa tes.

Pertimbangannya adalah karena PTT ini telah mengabdi cukup lama dan bertugas di daerah terpencil. Namun, masalah ini belum disetujui karena harus memiliki regulasi sebagai payung hukum. ”Kami masih membahasnya, belum ada penetapan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pemprov Malut belum bisa memastikan mengenai rekrutmen tersebut. Kepala Bidang Pengadaan Pegawai Badan Kepegawaian Daerah Malut, Fahri Fuad mengatakan, Pemprov belum menerima surat pemberitahuan dari KemenPAN-RB maupun Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Karena itu belum bisa dipastikan apakah akan ada penerimaan CPNS 2016 atau tidak. ”Prinsipnya Pemprov Malut menunggu informasi resmi dari Kemen PAN dan BKN,” ujarnya.

1 KOMENTAR

  1. loading...

Tinggalkan Komentar