Rumus Baxter Untuk Menghitung Kebutuhan Cairan Pasien Luka bakar

Senyumperawat.com – Barangkali ada yang belum mengetahui lebih banyak tentang rumus baxter. Pasien luka bakar sudah dapat dipastikan mengalami dehridrasi. Resusitasi cairan pada pasien luka bakar harus segera dilakukan. Jika didapatkan tanda-tanda syok pada pasien, harus segera dilakukan resusitasi cairan.

Pada kasus luka bakar, resusitasi cairan diberikan dengan cairan RL (Ringer Lactate) melalui jalur intravena (IV). Rumus Baxter biasa digunakan untuk menghitung jumlah kebutuhan cairan pasien luka bakar.

Berikut ini rumus Baxter untuk menghitung total kebutuhan cairan pasien luka bakar:

Kebutuhan cairan = 4 cc x BB (dalam Kg) x Luas luka bakar (%) cc

Tahapan pemberian cairan untuk pasien luka bakar:

  • 8 jam pertama diberikan setengah dari kebutuhan cairan
  • 16 jam berikutnya diberikan setengah sisa kebutuhan cairan

Ada pun jika luas luka bakar lebih dari 50%, maka perhitungan kebutuhan cairan dihitung dengan luas luka bakar 50%. Waktu pemberian cairan terhitung sejak kejadian, bukan pada tahap hospital. Jadi perkiraan sudah dihitung sejak pasien mengalami luka bakar dan waktu yang terbuang selama pasien menuju rumah sakit.

Sindrom kompartemen dapat terjadi pada luka bakar yang melingkar pada anggota ekstremitas. Pada kasus sindrom kompartemen, tindakan yang bisa dilakukan adalah melakukan eskarotomi longitudinal minimal pada dua tempat.

Share

This website uses cookies.