Rela Keluar Masuk Hutan Papua, Wellip Sang Mantri dari Hutan

0

Marsellinus Wellip, adalah seorang perawat yang telah memberikan inspirasi bagi banyak tenaga medis. Ia dikenal sebagai sosok yang mendedikasikan profesinya untuk melayani masyarakat pedalaman Papua.  Atas dedikasinya tersebut, ia pun dijuluki sang mantri dari hutan distrik Towe, Papua.

Pria ini membaktikan diri sebagai perawat atau mantri di Puskesmas distrik Towe yang berada di tengah hutan tropis pedalaman Papua. Daerah tersebut mayoritas dihuni oleh penduduk asli Papua. Berbeda dengan distrik Arso, Towe benar-benar jauh dari akses kesehatan.

Di distrik Towe, hanya ada 1 Puskesmas dan 1 dokter. Perawat pun ada tapi sangat sedikit. Bahkan pada tahun 2012 lalu, jumlah perawat di Towe hanyalah 1 orang.

Distrik Towe merupakan pemekaran dari distrik Web, Keerom. Ada tujuh anak kampung yang termasuk dalam wilayah Towe, seperti, Towe Atas, Towe Hitam, Milki, Lules, Terfones, dan Tefalma. Setiap kampung dipimpin kepala kampung masing-masing. Distrik Towe tergolong baru. Sejak 2008 dimekarkan, distrik berpenduduk 1109 laki-laki, dan 938 perempuan ini berpusat administratif di Towe Hitam

Beberapa mantri setia melayani pasien, meski berhari-hari ke kampung-kampung dengan melintasi jalan setapak, hutan lebat, sungai, dan gunung. Salah satunya adalah Marcellinus Wellip sang mantri dari hutan.

Dia rela melepaskan jabatannya sebagai Kepala Tata Usaha Puskesmas Arso, Keerom, Papua demi membantu 1.900 jiwa dengan berjalan kaki menembus hutan Papua selama 1-2 hari.

“Mengajarkan pada masyarakat bagaimana cara mandi, sikat gigi, mengganti dan mencuci pakaian, buang air pada tempatnya dan tidak meludah pinang di sembarang tempat bukan main susahnya,” kata Marsellinus.

Pemerataan pelayaan kesehatan memang masih dalam proses panjang. Hal ini karena akses transportasi yang lagi-lagi menjadi kendala. Selain itu, hanya sedikit dokter, perawat atau bidan yang mau terjun ke daerah-daerah terpencil meninggalkan hiruk-pikuk kota. Semua kebutuhan serba kesulitan dan harus menempati lokasi yang bahkan listrik pun belum ada. Fasilitas alat kesehatan pun serba minim, obat-obatan pun meskipun ada jumlahnya sangat terbatas. Program pemerintah baru-baru ini pun sudah mulai digalakkan untuk mengirimkan para dokter muda ke wilayah terpencil.

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.