Puskesmas Hendaknya Menjadi Pusat Konsultasi Reproduksi Komprehensif

0
Pustu Rawapanjang Bogor

Sudah selayaknya Puskesmas menyediakan pelayanan secara prima. Tugas Puskesmas yang memang amat banyak membutuhkan tenaga yang banyak pula. Namun pada kenyataannya, tidak semua Puskesmas mampu mengampu wilayah kerjanya secara menyeluruh karena kurangnya tenaga dan akomodasi. Oleh karenanya, hadirnya Pustu (Puskesmas Pembantu) memberikan andil tersendiri dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Bahkan pelayanan konsultasi reproduksi pun termasuk dalam program kerja Puskesmas. Betapa banyak Pasutri (Pasangan suami-istri) yang belum memahami bagaimana konsep reproduksi yang benar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Madiunpos.com, setiap pustu di Kabupaten Madiun setidaknya mampu memberikan layanan kesehatan sebanyak 8 program. Ke-8 program pelayanan kesehatan tersebut diantaranya:

  1. Pengobatan dasar.
  2. Pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) untuk ibu hamil (bumil), ibu bersalin (bulin), ibu nifas (bufas), ibu menteki (buteki).
  3. Pelayanan Keluarga Berencana (KB) yang terdiri atas IUD, implant, suntik, pil, dan kondom.
  4. Pelayanan imunisasi.
  5. Pelayanan gizi, berupa pemantauan tumbuh kembang bayi, anak, balita dan anak pra sekolah.
  6. Pemberian konseling calon pengantin wanita, hamil, ibu nifas, KB (konsultasi reproduksi)
  7. Penyuluhan kesehatan.
  8. Pos pelayanan terpadu (posyandu), kunjungan rumah.

Anggota staf Pustu Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Sumiyati, menyebut sedikitnya setiap puskemas pembantu (pustu) di Kabupaten Madiun mempunyai delapan jenis pelayanan. Semua jenis layanan kesehatan Madiun tersebut langsung ditangani tenaga kesehatan, seperti perawat dan bidan yang bertugas di masing-masing pustu.

“Kami punya standar pelayanan kesehatan yang mesti dipenuhi. Karena tidak sekompleks puskesmas induk atau bahkan rumah sakit, pustu hanya menerima delapan jenis pelayanan. Misalnya, jenis pelayanan berupa pengobatan penderita penyakit parah tentu tidak bisa kami sediakan,” kata Sumiyati kepada Madiunpos.com, Selasa (3/11/2015).

Disinggung mengenai pelayanan konseling pra nikah, Sumiyati mengatakan, bidan atau perawat pustu bakal memberikan penjelasan mengenai materi kesehatan reproduksi. Selain itu, lanjut dia, tenaga kesehatan juga menyampaikan beberapa hal kepada calon pengantin wanita terkait kesiapan saat membina keluarga.

Sebanyak 58 puskemas pembantu (pustu) tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Madiun, Jawa Timur (Jatim) mempunyai standar pelayanan kesehatan yang sama bagi masyarakat.

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.