Proses Perubahan Payudara Saat Hamil Trimester 1-3

0
Ilustrasi: Pemeriksaan USG ibu hamil. (Foto: https://image-gr.s3.envato.com)

Perubahan payudara saat memasuki masa-masa kehamilan mungkin sudah menjadi hal wajar. Banyak dari wanita pun sudah memahami akan terjadinya hal ini. Perubahan payudara saat hamil terbagi dalam tiga fase. Perubahan payudara saat trimester pertama, kedua hingga ketiga. Payudara saat hamil dalam ketiga fase tersebut tentu berbeda.

Perubahan payudara saat hamil trimester pertama (Pekan 1-12)
Pada saat trimester pertama, perubahan hormon begitu labil. Jumlahnya menjadi meningkat dan tentunya proses laktasi mulai terbentuk. Aliran darah menuju ke jaringan payudara turut meningkat. Efek yang ditimbulkan dari proses fisiologi adalah payudara terasa nyeri, geli, bengkak, dan sangat sensitif jika disentuh. Rasanya mirip dengan pertama seorang perempuan mencapai usia menstruasi. Perubahan yang paling tampak pada payudara saat hamil trimester pertama adalah ukurannya yang mulai bertambah besar. Stretch mark mungkin saja bisa muncul karena kulit teregang akibat perubahan ukuran tersebut. (Baca juga: 7 Tips Mengatasi Stretch Mark Pada Ibu Hamil)

Perubahan payudara saat hamil trimester kedua (Pekan 13-26)
Perubahan payudara saat trimester kedua akan lebih terlihat. Mulai dari ukurannya yang lebih besar dan terasa berat karena produksi ASI dimulai, warna pembuluh darah pun lebih jelas. Pada area areola akan lebih gelap daripada biasanya. Terkadang, ada cairan berwarna kekuningan merembes. Ini pertanda bahwa proses produksi ASI telah berlangsung. Bisa jadi itu adalah bagian dari Kolostrum. Sebagaimana dipahami bersama bahwa Kolostrum sangat baik bagi bayi. Kandungan antibodi didalamnya bisa menjadi nutrisi awal bagi bayi yang akan membuat sistem imun si kecil lebih kuat. Jika terjadi nyeri pada saat tersebut, bisa lakukan kompres hangat. Kendurkan bra agar tidak tertekan.

Perubahan payudara saat hamil trimester ketiga
Pada minggu-minggu terakhir kehamilan, puting dan payudara terus membesar seiring meningkatnya produksi ASI.

Perlu diingat bahwa perawatan payudara jangan sampai terlupa semasa hamil. Hal ini akan sangat membantu proses produksi ASI dan mengurangi efek dari proses fisiologi perubahan payudara. Dokter atau bidan biasanya akan memberikan penyuluhan tentang perawatan payudara. Jika pun kemudian para bunda tidak mendapatkannya maka bisa jadi tenaga medis di sekitar bunda terlupa untuk melakukannya. Caranya cukup mudah, namun gerakan-gerakannya harus diajarkan dengan benar agar tidak salah dalam menerapkannya.

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.