Prinsip Dasar Pembidaian Pada Kasus Gawat Darurat

Prinsip dasar pembidaian hendaknya diperhatikan dengan baik. Adanya komplikasi bukan hanya terjadi akibat trauma, bisa juga karena penanganan yang kurang tepat. Pembidaian dilakukan setelah kondisi yang mengancam nyawa telah ditangani. Namun tidak sedikit pula yang mungkin melalaikan hal tersebut dan sibuk melakukan pembidaian. Termasuk dalam prinsip dasar pembidaian adalah mengerjakannya setelah tanda-tanda gawat darurat telah selesai ditangani seperti perdarahan, sumbatan jalan dan pola nafas.

Pembidaian menjadi salah satu faktor yang mempercepat proses kematian jika cara membidai tidak tepat atau tidak sempurna. Jika pembidaian dilakukan terlalu kencang, ia dapat menekan jaringan lunak dan melukai syaraf, pembuluh darah dan otot. Namun jika terlalu longgar, fiksasi pun tidak sempurna dan trauma justru semakin parah.

Berikut ini prinsip dasar pembidaian yang diterapkan pada semua jenis imobilisasi:

  1. Selalu lakukan initial assessment, perhatikan konsep CABD.
  2. Jika pasien tidak stabil, atasi terlebih dahulu masalah yang mengncam nyawa, jangan sibuk membidai tapi nyawa pasien sudah diujung tanduk.
  3. Atasi perdarahan terlebih dahulu jika terjadi.
  4. Periksa dan catat denyut nadi pada bagian distal, fungsi motoris dan sensai sebelum dan setelah pembidaian.
  5. Biarkan tulang yang menonjol jika terjadi patah tulang terbuka, cukup fiksasi dengan perban donat dan jangan sekali-kali menekan atau menarik rulang tersebut pada fase pre hospital.
  6. Pembidaian yang efektif adalah melingkupi 2 sendi.
  7. Pembidaian dilakukan sebelum dipindahkan ke lokasi lain, jika memang lokasi tersebut aman. Tapi jika lokasi awal tidak memungkinkan, perhatikan konsep aman pasien, aman penolong dan aman lingkungan.
  8. Metode pembidaian hendaknya disesuaikan dengan tingkat keparahan dan prioritas masalah.

Ada banyak sekali metode pembidaian. Seorang penolong atau tenaga medis hendaknya memahami tiap metode tersebut. Pelatihan BTCLS atau ATLS bersertifikat harus menjadi standar keahlian sebelum terjun ke lapangan.

Pos terkait