Pria Pemarah Lebih Cepat Meninggal, Kok Bisa?

0

Karakter pemarah adalah salah satu sifat yang tidak baik. Kondisi marah memberikan dampak yang tidak baik. Tidak baik untuk hati mau pun untuk hubungan sosial, tak terlupa pula pada fisik. Sebuah peneltian dari barat menyatakan bahwa sebanyak 25% pria pemarah mengalami 1,57 kali lipat risiko penyakit dibandingkan 25% pria yang hidupnya lebih tenang. Pria pemarah yang tidak mengendalikan emosinya, akan berakibat buruk bagi kesehatan. Mulai dari penyakit darah tinggi yang mengintai hingga stroke yang bisa terjadi kapan pun.

Dalam menjabarkan hasil penelitian tersebut, para peneliti dari Iowa State University mengungkapkan pula faktor lain yang mempengaruhi kesehatan. Di antara faktor lain yang juga diteliti adalah pendapatan, status pernikahan dan perokok. Perilaku buruk seperti ini, harus dihindari dengan sikap yang bijak pula. Mendekatkan diri kepada Allah adalah solusi yang tepat agar faktor-faktor yang sejatinya berurusan dengan hati tersebut dapat terkontrol.

Seorang psikolog asal London, Graham Harga menyatakan bahwa secara tidak sadar kemarahan dipicu oleh pengalaman negatif di masa lalu dan diperkuat oleh ekspresi berlebihan. Terang saja bahwa hal-hal negatif bagi sebagian orang akan memberi kenangan yang sulit dilupakan. Faktanya, orang yang paling sering melakukan aksi bunuh diri adalah orang yang tidak dapat mengendalikan kondisi hati dan pikiran. Akibat dari faktor emosi inilah pula, beragam penyakit dapat ditimbulkan seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS), stroke, serangan jantung dan masalah kesehatan lainnya.

Berikut ini beberapa hadits yang berkaitan dengan larangan meluapkan amarah:

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seorang lelaki berkata kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Berilah saya nasihat.” Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan marah.” Lelaki itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, “Jangan marah.” (HR. Bukhari). Imam Nawawi rohimahulloh mengatakan, “Makna jangan marah yaitu janganlah kamu tumpahkan kemarahanmu. Larangan ini bukan tertuju kepada rasa marah itu sendiri. Karena pada hakikatnya marah adalah tabi’at manusia, yang tidak mungkin bisa dihilangkan dari perasaan manusia.”

Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam juga pernah menasihatkan, “Apabila salah seorang dari kalian marah dalam kondisi berdiri maka hendaknya dia duduk. Kalau marahnya belum juga hilang maka hendaknya dia berbaring.” (HR. Ahmad, Shohih)

Dahulu ada juga seorang lelaki yang datang menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan, “Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka.” Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan.” (HR. Thobrani, Shohih)

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.