Penyerangan Terhadap Perawat Oleh Keluarga Pasien Kembali Terjadi

0
Perawat di sebuah RS di China diserang sebuah keluarga yang tak terima bayinya meninggal (Foto: Daily Mirror)

Salah satu resiko pekerjaan yang berhubungan langsung dengan pelayanan publik adalah terkena damprat dari pihak yang dilayani. Tak ubahnya perawat, tidak sedikit pasien yang mengirimkan bogem mentah kepada para perawat. Mulai dari kasus perawat yang kurang ramah hingga pihak keluarga yang tidak terima dengan hasil perawatan yang diberikan. Terkadang ketika ada pasien yang meninggal, keluarga akan melimpahkan kesalahan kepada dokter atau perawat. Penyerangan terhadap perawat kebanyakan karena kasus tersebut. Keluarga tidak dapat menerima takdir bahwa anggota keluarganya telah tiada.

Kasus penyerangan terhadap perawat pun kembali terjadi. Sebuah kasus terjadi di China. Seorang perawat ditampar oleh keluarga pasien akibat keluarga tidak terima bahwa anggota keluarganya meninggal di rumah sakit. Penyerangan terhadap perawat wanita ini terjadi setelah bayi dari keluarga tersebut meninggal setelah mendapatkan tindakan medis.

Beberapa anggota keluarga memaksa perawat itu untuk menggendong jenazah bayi yang meninggal. Seketika beberapa keluarga menampar perawat. Berungtung ada anggota keluarga yang menahan. Akibat penyerangan terhadap perawat ini, sang perawat pun menangis.

Keluarga korban, seperti dikutip Daily Mirror, Selasa (29/9/2015), keluarga Yao Yao percaya bahwa rumah sakit harus bertanggung jawab atas kematian bayi itu. Sedangkan perawat itu diserang karena dianggap sebagai bagian dari hukuman.

Menurut karyawan Taikang County People Hospital, perawat itu selalu tersentak setiap kali keluarga si bayi mendekatinya. Menurut laporan media China, bayi laki-laki bernama Yao Yao, telah jatuh sakit malam sebelumnya dan telah dibawa ke rumah sakit oleh neneknya.

Bayi itu meninggal pada 27 September 2015 setelah dokter berulang kali mencoba untuk menyelamatkannya. Penyebab kematian korban belum jelas.

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.