Patah Tulang Terbuka Beresiko Tinggi Terjadi Infeksi

0
Ilustrasi patah tulang terbuka (foto: www.anatomyatlases.org)

Patah tulang dikatakan sebagai patah tulang terbuka (open fracture) jika ada hubungan atau kontak antara tulang dengan lingkungan luar. Otot dan kulit mengalami cedera yang cukup serius ditambah dengan kontaminasi bakteri akan menyebabkan infeksi, gangguan penyembuhan dan gangguan fungsi organ. Patah tulang terbuka hendaknya ditangani dengan serius sehingga tidak menyebabkan infeksi lebih lanjut. Berbeda dengan patah tulang tertutup, namun keduanya sama-sama beresiko terjadi shock.

Patah tulang tertutup (kiri), patah tulang terbuka (kanan). (Foto : www.911emg.com)
Patah tulang tertutup (kiri), patah tulang terbuka (kanan). (Foto: www.911emg.com)

Patah tulang terbuka yang berdekatan dengan sendi, harus dianggap luka ini berhubungan dengan sendi. Artinya, sendi juga harus mendapatkan penanganan karena dicurigai terkontaminasi pula dengan lingkungan luar. Patah tulang terbuka tetaplah sama bahayanya dengan patah tulang tertutup. Terlebih jika terjadi perdarahan yang dapat berakibat shock hipovolemic.

Penanganan awal saat terjadi patah tulang terbuka adalah menghentikan perdarahan jika terjadi. Sebagaimana konsep CAB yang kini telah disepakati. Tindakan berikutnya adalah melakukan immobilisasi. Perban donat menjadi solusi agar tidak terjadi gesekan antara tulang jika tulang patah keluar tubuh. Kemudian berikan balut tekan untuk menghentikan perdarahan selama transportasi pasien ke rumah sakit.

Terjadinya perdarahan saat kondisi pra hospital, harus segera mendapatkan resusitasi cairan yang adekuat. Resusitasi harus setara dengan estimasi jumlah cairan yang hilang selama perdarahan. Setelah sampai di rumah sakit, konsultasi bedah segera dilakukan. Pemberian antibiotik diberikan segera untuk mencegah infeksi lebih lanjut.

Tinggalkan Komentar