Mengantisipasi Perkelahian Anak dengan Konsep Quranic Parenting

0

Perkelahian anak sebenarnya sebuah hal wajar bagi mereka. Di satu sisi memang perselisihan itu tidak akan pernah bisa dihindari. Jika perkelahian anak tidak sampai pada tahapan adu fisik hingga saling bunuh, maka hendaknya orang tua bersikap bijak dan tidak menyalah-nyalahkan salah satu pihak. Kesalahan pertama yang biasa terjadi adalah orang tua selalu menyalahkan anak paling besar. Padahal tidak semua kasus perkelahian tersebut disebabkan oleh anak yang besar.

Sebab-sebab perkalahian anak bisa terjadi akibat:

  1. Salah satu anak serakah sehingga tidak mengizinkan saudaranya menggunakan barangnya
  2. Muncul hinaan-hinaan dari salah satu anak kepada anak lain
  3. Salah satu anak menggunakan anak lain tanpa izin, padahal barang itu adalah privasi
  4. Merebut benda milik saudaranya dengan paksa
  5. Anak yang besar merasa paling kuat
  6. Anak yang kecil ingin menang sendiri karena anak bontot
  7. dan ribuan masalah lain

Amat banyak masalah jika diurai satu per satu. Masalah tersebut tidak lain karena manajemen keluarga yang bisa jadi belum matang. Peran masing-masing anggota keluarga belum menghadirkan konsep parenting yang baik.

Beberapa langkah antisipasi yang secara umum diterapkan dalam dunia anak diantaranya:

  1. Bersikap adil
  2. Jangan mengusik privasinya
  3. Dilarang saling mengganggu
  4. Berikan tugas sesuai kemampuan
  5. Jangan membanding-bandingkan

Jika konsep tersebut kemudian disandingkan Quranic Parenting, maka akan menghadirkan konsep Quranic Parenting yang apik. Jika pun dibuat rumusan yang lebih kompleks sehingga terjalin formula, bisa saja konsep tersebut dijelaskan dalam bagan berikut:

QP = (MI + PI) X (Q + S)

Keterangan:

  • QP: Quranic Parenting
  • MI: Maternal Instinct
  • PI: Paternal Instinct
  • Q: Quran
  • S: Sunnah

(Source: Destur Purnama Jati Amd. Kep, CEO Senyumperawat.com)

Konsep di atas secara singkat kami jelaskan bahwa konsep mendidik anak untuk menanamkan Islam dalam dirinya akan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Mulai dari Maternal Instinct, yaitu naluri dari ibu yang sejatinya memahami bahwa ia adalah seorang ibu. Secara insting, seorang ibu berperan untuk membesarkan anaknya dengan suplemen lahir dan batin yang baik. Paternal instinct, merupakan kesadaran para ayah akan jati dirinya sebagai ayah. Jika seorang ayah lupa akan perannya sebagai ayah maka konsep pendidikan anak akan kacau. Bagaimana seorang ayah menjadi role model di hadapan anaknya akan mempengaruhi bagaimana anaknya akan berperilaku.

Poin Q dan S adalah bentuk sebenarnya sebuah konsep tarbiyah. Maka dalam sebuah Tarbiyah Nabawiyah yang berkenaan dengan parenting, kedua hal ini tidak boleh dipisahkan sedikit pun. Selain itu, adanya unsur Quran dan Sunnah dalam setiap amalan parenting, akan menjadikannya berpahala. Pahalanya pun akan terus berlipat ganda dan tidak akan putus selama anak tersebut beramal sholeh.

Tinggalkan Komentar