Manfaat Tertawa Bagi Kesehatan, Tapi Jangan Abaikan Batasannya

0

Tertawa merupakan kata kerja yang sederhana. Dalam bahasa Inggris, tertawa tergolong dalam kata kerja beraturan yaitu Laugh. Sebagian orang menganggap bahwa tertawa itu dapat memberikan efek baik bagi tubuh. Faktanya pun berkata demikian. Banyak manfaat yang bisa didapatkan dari sekedar tertawa. Tentu ini adalah tertawa yang normal, bukan tertawanya orang gila. Manfaat tertawa bagi kesehatan bukanlah hal baru. Sudah banyak yang memberikan ulasan berdasarkan referensi masing-masing tentang hebatnya menfaat tertawa bagi kesehatan.

Stres akibat pekerjaan yang menumpuk atau lingkungan yang tidak kondusif dapat terlupakan sejenak dengan tertawa. Perawat dengan tingkat resiko stres tinggi pun bisa sedikit terkurangi dengan senantiasa menyegarkan pikiran dengan tertawa. Khusus untuk perawat yang bekerja di RSJ (Rumah Sakit Jiwa), mungkin istilah tertawa identik dengan penyakit kejiwaan. Namun memang cukup riskan bagi yang bekerja di RSJ tiba-tiba tertawa sendiri tanpa sebab. Maka hendaknya mencari penyebab tertawa yang normal, bukan yang menimbulkan kecurigaan atau bahkan penyebab sakit jiwa.

Tertawa akan merelaksasi otot, terutama otot wajah. Tertawa pun dapat menjadi salah satu olah raga olah wajah. Hasilnya memang sudah terbukti bahwa orang yang senantiasa tertawa, maka wajahnya akan tampak awet muda. Selain karena beban stres yang berkurang, otot wajah pun akan mengencang. Tertawa juga dapat merangsang sirkulasi dan membantu relaksasi otot. Keduanya membantu mengurangi beberapa gejala fisik stres.

Tertawa dapat memberikan stimulasi pada beberapa organ-organ tubuh. Dengan tertawa, input oksigen yang masuk ke paru-pparu bisa lebih banyak dari bernafas biasa. Tidak ada orang yang tertawa tanpa bernafas, bahkan paru-parunya bisa berkali-kali melakukan aksinya. Tertawa bisa meningkatkan asupan oksigen, merangsang jantung, paru-paru dan otot, dan meningkatkan kadar hormon endorfin atau hormon kegembiraan.

Dalam tertawa, perlu diperhatikan kaidah dasar yang boleh dan tidak boleh. Tertawa bagi kesehatan memang dianjurkan, tapi ada batasan dalam Islam yang harus dipahami.

وَلاَ تُكْثِرِ الضَّحِكَ, فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

“Janganlah banyak tertawa! Sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati.” [HR At-Tirmidzi no. 2305. Syaikh Al-Albani berkata, “Hasan.” (Shahih Sunan At-Tirmidzi.)]

Beberapa adab yang perlu diperhatikan saat bercanda diantaranya:

  1. Tidak boleh ada kedustaan di dalam canda tersebut
  2. Tidak boleh ada unsur penghinaan atau pelecehan terhadap agama Islam
  3. Tidak boleh ada unsur ghibah dan peremehan terhadap seseorang
  4. Tidak boleh mengambil barang orang lain, meskipun bercanda
  5. Tidak boleh berbicara atau melakukan hal-hal yang melanggar syariat, seperti: menyebutkan ciri-ciri wanita yang tidak halal baginya kepada orang lain, menipu, melaknat dll.

Tinggalkan Komentar