Kuliahnya Sangat Mahal Tapi Gaji Bidan PTT Sudah 5 Bulan Belum Dibayar

Pendaftaran bidan PTT masih senantiasa terbuka bagi para bidan lulusan baru. Namun nasib mereka ternyata tidak seindah yang dijanjikan bahwasanya mereka akan diangkap sebagai PNS. Waktu demi waktu pun dilalui dan nasib mereka semakin tidak menentu. Mirisnya gaji bidan PTT pun tidak cukup untuk biaya hidup sebulan. Tidak hanya itu, pembayaran gaji pun sering telat dari waktu yang semestinya. Seperti yang dialami oleh para bidan PTT di Kabupaten Nunukan.

Gaji bidan PTT di wilayah tersebut sudah 5 bulan belum dibayarkan. Sejumlah bidan PTT (Pegawai Tidak Tetap) pun mengakui hal tersebut.

“Kami bertugas di daerah pelosok tapi sejak tahun 2015 ini, sejak bulan dua sampai sekarang kami belum pernah digaji,” kata salah seorang bidan yang bertugas di Kecamatan Tulin Onsoi, saat menghubungi Tribunkaltim Senin (8/6/2015).

Gaji bidan PTT yang belum dibayarkan ini berakibat pada pemenuhan kebutuhan yang tidak terjamin.

Para bidan PTT yang belum mendapatkan gaji ini, menurut penuturan bidan tersebut, merupakan bidan PTT yang belum digaji ini merupakan bidan periode Oktober yang mulai bekerja tahun 2011.

Karena belum digaji, mereka pun harus irit menggunakan duit yang tersisa. Sejumlah bidan bahkan harus berusaha mencari pinjaman agar dapur tetap bisa mengepul.

“Kadang kami ngutang ke warung, kadang ngutang ke teman,” ujarnya.

Persoalan ini sudah seringkali ditanyakan kepada Dinas Kesehatan kabupaten Nunukan pada bidang yang mengurusi PTT.

“Tetapi responnya selalu tunggu saja. Jadi kami merasa status kami gantung ndak jelas, kerja tanpa gaji. Kami tidak tahu harus mengadu kemana lagi?” katanya.

Kendati demikian, wacana akan diangkatnya semua bidan PTT menjadi PNS di tahun 2016 semoga bukan isapan jempol belaka dari pemerintah.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker