Kenapa Bekam dengan Sayatan Lebih Baik daripada Bekam dengan Jarum?

0

Tidak dapat dipungkiri bahwa Rosulullah telah terlebih dahulu melakukan prosedur bedah. Meskipun sekedar bedah minor, namun ternyata pengembangan teknologi bedah tersebut berkembang hingga sekarang. Bekam, menjadi solusi untuk menjaga kesehatan. Bekam adalah metode mengeluarkan sebagian darah dalam tubuh yang diyakini dan telah teruji klinis berhasil memisahkan antara darah yang masih baik dengan darah yang sudah tidak berfungsi secara maksinal. Bekam pun kini telah menyesuaikan dengan zaman. Ada metode bekam dengan sayatan bisturi dan ada pula yang menggunakan jarum lancet.

Sayatan di dalam bekam dimaksudkan agar darah yang kotor (blood letting) bisa dikeluarkan. Rasulullah saw dalam hadist-hadistnya menyebutnya kata sayatan, dan itu merupakan metode membekam yang waktu itu paling popular di masyarakat dan ternyata juga, metode yang paling baik dan ideal secara umum.

Metode sayatan dalam bekam mempunyai beberapa keunggulan dibanding metode yang lain, antara lain :

  1. Lebih sesuai dengan sunnah Rasulullah saw, karena beliau mengajarinya demikian.
  2. Luka sayatan menimbulkan luka yang pinggirnya tajam tapi merata, disamping itu luka di dalamnya lebih sempit atau kecil dibanding dengan luka yang di permukaan. Luka jenis ini lebih mudah disembuhkan dan akan bisa segera kembali normal.
  3. Luka sayatan hanya mengenai pembuluh darah kecil, sehingga darah yang keluar adalah darah kapiler.

Oleh karenanya dianjurkan untuk menyayat ringan saja dengan kedalaman kira-kira 0,1 mm, yaitu sayatan yang tidak mencapai pembuluh darah arteri maupun vena.

Di sisi lain, jika membekam dengan menggunakan metode tusukan benda tajam, kadang akan menimbulkan beberapa efek, diantaranya :

  1. Jika menggunakan jarum, maka kadang jarum tersebut lebih rentan untuk patah ketika digunakan untuk menusuk daerah yang mau dibekam, jika patahan jarum itu terlalu kecil, tentunya sulit untuk diambil, bahkan dalam keadaan tertentu, untuk mengeluarkannya kadang harus dilakukan operasi pembedahan.
  2. Luka tusukan pada kulit menyebabkan lubang pada permukaan kulit, lubang tersebut lebih kecil ukurannya dibanding dengan lubang yang di dalam kulit. Keadaan seperti ini lebih rentan untuk terkena penyakit seperti tetanus dibanding dengan luka sayatan.
  3. Luka tusuk juga bisa menyebabkan luka yang lebih dalam pada organ-organ atau pada pembuluh darah. (Sembuh Dengan Satu Titik, hlm: 112)
Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.