Jepang Butuh 1 Juta Perawat Hingga 2025, Pendaftaran Perawat ke Jepang Tetap Dibuka

Hokkaido Cancer Center, Jepang.

Potensi perawat Indonesia berkiprah ke negeri Sakura akan tetap terbuka hingga tahun 2025. BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) telah membuat kesepakatan dengan pihak pemerintah jepang melalui JICWELS. JICWELS adalah lembaga bentukan pemerintah Jepang yang membawahi program G to G penempatan TKI perawat di Jakarta pada Mei 2008. Dengan adanya kesepakatan tersebut, kesempatan perawat ke Jepang terus dibuka.

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Gatot Abdullah Mansyur mengatakan, pemerintah pada April lalu sudah berkunjung ke Jepang. Dalam pertemuan tersebut Jepang menyatakan membutuhkan tenaga kerja formal sejumlah satu juta orang hingga 2025. Indonesia telah mengirimkan ratusan atau mungkin sudah ribuan perawat ke Jepang.

Muat Lebih

Mantan Dubes Arab Saudi ini menjelaskan, potensi pengiriman satu juta TKI ini semakin kuat karena sudah ada nota kesepahaman antara BNP2TKI dengan JICWELS yakni lembaga bentukan pemerintah Jepang yang membawahi program G to G penempatan TKI perawat.

Dia menegaskan orang Jepang itu dikenal sebagai pekerja keras dan disiplin. Namun, Jepang melakukan pendekatan ke Indonesia karena mereka menyukai para perawat dan pendamping lansia dari Indonesia karena sudah dikenal disiplin, pekerja keras dan ramah.

Padahal Jepang juga sudah melakukan kerja sama penempatan tenaga kerja dengan Filipina dan Vietnam. Dia pun berharap, pekerja formal yang dikirim ke Jepang ini mempertahankan ciri khas sifat tersebut.

Pos terkait