Jangan Melakukan Paksaan Kepada Anak Untuk Meminta Maaf

0

Mamaksa anak untuk meminta maaf bukanlah hal yang jarang dijumpai. Banyak orang tua yang selalu menyuruh anak untuk minta maaf kepada seseorang tatkala ia bersalah. Bahkan terkadang disertai tindakan berupa pukulan kepada anak. Sadar atau tidak, orang tua telah membuat anak merasa malu di depan umum yang itu bukanlah membuatnya dewasa namun justru membuatnya minder. Perlu diingat, anak akan mengingat momen-momen krusial dimasa kecilnya. Meminta maaf adalah sikap yang baik namun jika cara untuk menanamkan sikap tersebut kurang tepat, justru anak akan berontak dalam dirinya.

Laura Markham, penulis buku Peaceful, Parent, Happy Siblings: How To Stop Fightiing and Raise Friends for Live, berpendapat bahwa meminta maaf merupakan salah satu tindakan besar untuk membuat hal menjadi lebih baik diantara anak-anak. Namun memaksa mereka untuk melakukannya hanya mengajarkan mereka pelajaran yang tidak benar.

Pernyataan Markham memiliki alasan tersendiri. Memaksa anak untuk meminta maaf tidak akan merubah perilaku dan hanya membuat si anak merasa malu dan marah. Menurutnya, yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua adalah menanamkan kesadaran tentang kesalahan yang dilakukanya dan membantu mereka untuk berubah dari kesalahan tersebut. Pendampingan orang tua amatlah penting dalam setiap proses tumbuh kembang anak.

Poin penting dari permintaan maaf tersebut bukanlah kalimat maaf yang terlontar dari bibir mungil anak. Penekanannya adalah pada makna dari kata “MAAF”. Anak harus memahami benar apa itu “MAAF”. Meminta maaf haruslah diikuti dengan perasaan yang tulus, bukan dengan paksaan yang membuat anak justru berontak. Pelan-pelan dinasihati dengan menjelaskan apa sebenarnya yang harus dilakukan ketika berbuat salah. Membentuk karakter anak pun harus diawali dengan karakter orang tua yang baik. Jangan terlalu mengharapkan anak akan berperilaku baik jika orang tua tidak memberikan contoh yang baik.

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.