Istriku, Sambutlah Aku dengan Kehangatan

Ketika suami selesai dari kerjanya, ia dalam kondisi lelah. Ia pulang untuk mendapatkan kesejukan, ketenangan, istirahat di kerajaannya sendiri yaitu rumah. Ia ingin mendapatkan ketenangan, keceriaan dan kebahagiaan bersama istri dan anak-anaknya. Namun, ada sebagian dari istri di saat sang suami pulang kerja, ia tidak ada di rumah. Hal ini membekaskan luka di hati suami.

Suami yang ketika di tempat kerja berharap menemukan ketenangan hari, kedamaian, kehangatan, kenyamanan dan lain-lain saat tiba di rumah, tapi kenyataannya sang istri tidak menyambutnya dengan kehangatan dan keceriaan. Namun justru menghilang dan mengurus pekerjaan lain tanpa menghiraukan kedatangan sang suami.

Ada pula di antara mereka yang menyambut kepulangan suami dengan keluhan dan kemurungan hati. Bahkan cenderung bermuka masam, sedih, marah dan sejenisnya. Sehingga hal ini membuat suami merasa lebih baik ia kembali saja ke tempat kerjanya.

Ada pula istri yang menyambut kegarangan suami dari tempat kerja hanya dengan pakaian dapur. Penampilannya serba amburadul. Kondisi rumah pun semrawut dan acak-acakan. Demikian itu juga membekaskan pada hati suami perasaan lebih baik tidak pulang daripada menyaksikan yang demikian.

Satu hal yang lebih mengherankan lagi, ada sejumlah wanita yang berhias dan bersolek secantik dan semenarik mungkin jika mereka keluar rumah. Sementara disaat menghadapi dan melayani suami di rumah, ia hanya berdandan ala kadarnya saja. [Asy Syahawi, Majdi Muhammad & Al Aththor, Aziz Ahmad (2005). Kado Pengantin Hal. 174. Pustaka Arafah: Solo]

Wahai Istriku, Sambutlah Aku dengan Kehangatan

  • Sambutlah salamku dengan suara lembutmu
  • Bukakanlah pintu untuk ku sang pangeranmu
  • Hadirkanlah keningmu untuk ku berikan sapaan sayangku
  • Berikanlah barang seteguk air penghilang dahaku pasca terik menghajarku
  • Dekatkanlah kehangatan padaku dengan harum dan cantinya parasmu hanya untukku
  • Luangkanlah meski sekejap membasuh cucuran keringatku
  • Buanglah curiga atasku yang tengah berjuang denganmu sebagai pendampingku
  • Kerling senyummu selalu membuatku rindu dalam kesibukanku
Share

This website uses cookies.