Gaji Perawat RSUD Cilegon Menunggak, Rumah Sakit Diteror Surat Kaleng

0
Direktur RSUD Kota Cilegon, dr Zaenoel Arifin saat menunjukan surat kaleng. (Foto: Newsmedia)

Perawat jadi korban pencairan dana BPJS, RSUD Cilegon diteror surat kaleng. Gaji perawat RSUD Cilegon banyak yang belum dibayarkan. Hal ini menyulut protes kepada pihak RSUD. Surat kaleng pun cukup membuat geger RSUD Cilegon. Surat tersebut dikirimkan tanpa nama.

Tertulis dalam isi surat tersebut bahwa jasa medis 700 perawat RSUD Cilegon masih menunggak. Dalam surat kaleng tersebut, tertulis tunggakan lima bulan sebesar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per perawat dikalikan 700 perawat yang dimiliki RSUD Cilegon.

Dalam surat tersebut, juga tertuang curahan hati para perawat yang belum menerima honor. Gaji perawat RSUD Cilegon masih menggantung dengan alasan pencairan klaim BPJS belum dibayarkan kepada pihak RSUD. Namun lagi-lagi ini dikarenakan berkas yang dikirim kepada pihak BPJS belum rinci.

Direktur RSUD Kota Cilegon, dr Zaenoel Arifin membenarkan isi surat tersebut, namun ia mengaku penunggakan hanya terjadi sekitar dua hingga tiga bulan. Menurutnya, penunggakan disebabkan lamanya pencairan klaim pelayanan BPJS yang belum dibayar.

“Hanya sampai tiga bulan, tidak lima bulan seperti yang ditujukan pada surat kaleng, tenaga medis di sini Cuma 306 bukan 700 perawat,” ujar dia.

Zaenoel berharap perawat di RSUD bisa bersabar, mengingat hal ini sudah sering dialami pihak rumah sakit sejak diberlakukannya BPJS. Karena, BPJS tidak dapat sembarangan melakukan pencairan sebelum adanya pemberkasan secara rinci.

Ia juga mengaku, keterlambatan pembayaran jasa medis tidak hanya dialami oleh tenaga perawat, tetapi juga dialami hampir seluruh tenaga medis yang ikut terlibat memberikan pelayanan pada pasien BPJS.

Source: Newsmedia.co.id
Editor: Destur

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.