BNP2TKI Buka Kerja Sama Pengiriman Tenaga Perawat ke Korea

Rumah Sakit Anak Universitas Nasional Seoul, Korea Selatan.

Peluang kerja bagi perawat ke luar negeri akan semakin terbuka. Seperti dikutip Detik.com bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla telah melakukan lobi dengan pemerintah Korea Selatan untuk penambahan kuota TKI. Selama ini, TKI yang dikirimkan ke Korsel belum melingkupi tenaga perawat. Kini peluang kerja perawat ke Korea akan segera dibuka.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) melobi PM Korsel Hwang Kyo Ahn, untuk menambah penerimaan kuota tenaga kerja Indonesia di Korsel. Hal ini ditanggapi baik oleh kepala BNP2TKI, Nusron Wahid yang mengatakan telah menyediakan 500-1000 lowongan perawat untuk dikirim ke Korea Selatan.

Muat Lebih

Sebuah terobosan baru untuk membuka lowongan perawat ke Korea, negara Boy Band dan para pecinta film drama romantis.

“Perawat kan masih nol di Korsel. Makanya kita buka 500-1.000 perawat tahun ini dan 8.000 sektor manufaktur,” ujar Nusron, saat berbincang dengan wartawan di Seoul, Korea Selatan.

“Saya senang ada tekanan dari Pak Wapres kepada pemerintah Korsel dan ini memudahkan negosiasi dengan kementerian ketenagakerjaan agar sektor itu dibuka,” imbuhnya.

Kepala BNP2TKI juga telah melakukan lobi dengan Komisi Kesehatan Korea Selatan agar bisa mendapatkan nota kerja sama dibidang pengiriman tenaga perawat ke Korea Selatan.

Selama ini negara-negara yang telah bekerja sama untuk pengiriman tenaga perawat diantaranya Arab Saudi, Australia, Belanda, dan Amerika Serikat. Negara-negara tersebut telah mengungkapkan rasa puasnya terhadap kinerja dan kualitas para perawat asal Indonesia. Bahkan tidak sediikit yang akhirnya menjadi pegawai tetap di sana.

“Di samping itu juga saya harapkan agar kuota pekerja Indonesia ke Korsel yang sekarang 50 ribu dapat ditingkatkan, termasuk perawat-perawat perlu segera mempertimbangkan dengan membicarakan dengan masing-masing kementeriannya,” ujar JK.

JK menggambarkan, tenaga kerja Indonesia yang berada di Korsel, Jepang, dan Hong Kong masih jauh lebih baik kondisinya daripada negara-negara lainnya. Upah minimum yang didapatkan pekerja Indonesia di Korsel mencapai US$ 1.000 per bulan.

“Dan itu dijamin secara hukum dan dijamin juga penginapan dan makannya, sehingga US$ 1.000 kan bagus. Tapi memang harus skill worker, seperti operator mesin, dan itu setelah kerja di sini bagus untuk kerja dalam negeri,” ucapnya.

Pos terkait