Baca Ini, Bersiul dan Tepuk Tangan Haram Dalam Islam

Senyumperawat.com – Hampir semua anak di dunia ini, ketika memasuki masa-masa pertumbuhan diajarkan berbagai hal. Salah satunya adalah bersiul dan bertepuk tangan. Bahkan di taman kanak-kanak (TK) sering sekali diajarkan bernyanyi sembari bertepuk tangan. Padahal hukum tepuk tangan haram dalam Islam. Terlebih lagi bersiul, itu merupakan kebiasaan orang musyrik dalam melakukan ritual ibadahnya. Hal ini dijelaskan dalam bab khusus dalam kitab Masa-ilul Jahiliyyah.

وَمَا    كَانَ    صَلَاتُهُمْ    عِندَ    الْبَيْتِ    إِلَّا    مُكَآءً    وَتَصْدِيَةً    ۚ    فَذُوقُوا۟    الْعَذَابَ    بِمَا    كُنتُمْ    تَكْفُرُونَ

Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu. [Al Anfal: 35]

Dalam masalah ini, jelas sekali bahwa ibadahnya orang-orang musyrik pada zaman jahiliyah adalah dengan bersiul dan tepuk tangan. Dari ayat tersebut, syaikh Muhammad rohimahullah menjelaskan bahwa ada dua kesimpulan yang dapat diambil. Bahwasanya bersiul dan tepuk tangan haram meskipun tidak bertujuan untuk ibadah. Hal ini karena perbuatan itu menyerupai perbuatan orang-orang musyrik.

Ada pun bertepuk tangan yang dibolehkan dalam Islam menurut Rosulullah shollallaahu ‘alayhi wa sallam adalah khusus bagi wanita. Itu pun jika ada keperluan tertentu seperti untuk mengingatkan imam tatkala lupa dalam sholatnya.

Tepuk tangan yang dibolehkan khusus bagi wanita dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Huroiroh rodhiyallaahu ‘anhu, bahwasanya Rosulullah shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Membaca tasbih adalah untuk lelaki dan menepuk tangan adalah untuk wanita” [Ditakhrij oleh Al Bukhori (1203) dan Muslim (422/106)]

Dalam hadits lain dari Sahal bin Sa’ad bahwa Rosulullah shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Mengapa saya melihat kebanyakan kalian bertepuk tangan, barangsiapa yang ragu dalam sholatnya hendaklah ia bertasbih karena jika ia bertasbih maka ia akan menoleh (diingatkan), sesungguhnya bertepuk tangan itu hanya untuk wanita” [Ditakhrij oleh Bukhori (684) dan Muslim (421)]

Tepuk tangan lebih dianjurkan bagi para perempuan saat mengingatkan imam yang salah dalam sholat daripada mengucapkan “subhanallah” karena suara perempuan itu aurat. Terlebih jika memang karakter suaranya halus.

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker