Wahai Para Istri, Inilah Jawaban Telak Jika Suamimu Pemarah

Kebahagiaan hidup berkeluarga tidaklah dapat diukur dari seberapa besar rumah, jumlah mobil yang diparkir di garasi dan seberapa jumlah uang yang ditabung di Bank. Kebahagiaan sebenarnya adalah ketika setiap apa yang diupayakan untuk mencapainya didasari atas iman kepada Allah. Tiadalah semua hal berguna dan memberi arti jika tiada iman yang melatarbelakanginya. Kehidupan keluarga amatlah penuh dengan problema. Salah satunya adalah ketika suami marah. Kemarahan suami bukanlah tanpa sebab. Namun alangkah mirisnya jika marah tersebut hanya berdasarkan nafsu. Kemarahan suami boleh saja karena perilaku istri yang kurang baik atau karena sebab syar’i lain. Tapi alangkah tercela jika kemarahan suami hanya berkisar antara masalah ekonomi yang tak kunjung baik, anak yang bandel dan persoalan duniawi lain yang penuh emosional.

Ada sebuah kisah inspiratif yang dikutipkan dalam buku La Tahzan For Trouble Solutions karya Mahmud Al Mishri. Semoga dapat memberikan inspirasi bagi para istri ketika menghadapi kemarahan suami.

Orang-orang bercerita bahwa seorang suami marah kepada istrinya.

Sang suami berkata kepada istrinya seraya mengancam, “Saya akan membuatmu sengsara!.”

Sang istri menjawab dengan tenang, “Engkau tidak mampu membuatku sengsara. Sama halnya engkau juga tidak mampu membuatku bahagia.”

Sang suami berkata dalam keadaan marah, “Bagaiamna saya tidak mampu melakukannya?”

Sang istri berkata dengan penuh percaya diri, “Jika kebahagiaan itu ada dalam gaji, engkau bisa memotong dari diriku. Jika kebahagiaan itu dalam pakaian dan perhiasan, engkau bisa menghalanginya dari diriku. Akan tetapi, kebahagiaan itu adalah sesuatu yang tidak engkau miliki dan tidak juga dimiliki semua manusia.”

Sang suami bertanya dengan keherananan, “Apa itu?”

Sang istri berkata dengan penuh keyakinan, “Saya mendapatkan kebahagiaanku ada dalam imanku, sedangkan keimananku itu ada dalam hatiku. Sementara itu, hatiku tidak ada yang bisa menguasainya selain Robbku.”

Jadi, bagi para istri yang mendapati suaminya galak dan suka marah maka bersabarlah dan jangan bersedih. Kebahagiaanmu sebenarnya ada dalam hatimu dengan adanya iman yang menghiasinya. Cukuplah Allah sebagai tempat mengadu dan cukuplah Allah yang menguatkan hatimu dari berbagai masalah.

Pos terkait