Terjemahan Doa yang Shahih Saat Berhubungan Badan

0

Berbahagia setelah melalui proses pernikahan adalah sebuah hal yang wajar. Namun jika setelah menikah masih bingung akan berbuat apa maka hal itu sungguh tidak wajar. Salah satunya adalah ketika hendak menyentuh istri yang dalam arti berhubungan badan. Terdapat adab-adab yang perlu diperhatikan. Salah satu adab ketika berhubungan badan dengan istri halal adalah berdo’a. Berikut ini akan kita bahas do’a shahih yang diucapkan saat berhubungan badan dan juga terjemahan doa tersebut.

Dari Ibnu ‘Abbas rodhiyallaahu ‘anhuma, ia berkata, “Rosuulullaah shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Sekiranya salah seorang di antara kalian ingin mendatangi istrinya, maka ucapkanlah:

بِاسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا . فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرُّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا

(Dengan nama Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari sesuatu yang Engkau anugerahkan kepada kami)

Jika ditaqdirkan memperoleh anak dari keduanya maka setan tidak akan membahayakannya selama-lamanya.” (*)

Ungkapan “mendatangi istrinya” seperti yang diucapkan oleh Rosulullaah shollallahu ‘alayhi wa sallam berarti berhubungan intim dengan istri. Doa tersebut diucapkan sebelum memulai menyentuh istri.

Terkait dengan penggalan kalimat “membahayakannya selama-lamanya”, Al Qodhi ‘Iyadh menafsrkan bahwa hal tersebut tidak mengandung pengertian bahwa bahaya itu adalah semua bahaya secara umum meskipun secara zhohir hadits terkandung keumuman semua bahaya dalam bentuk penafian selamanya.

*) Hadits Shohih riwayat Bukhori (IV/151), (VII/102), Muslim (1434), Ahmad (I/286), Abu Dawud (2161), At Tirmidzi (1098), Ibnu Majah (1919), ‘Abdurrozzaq dalam Al Mushonnaf (VI/193), Ibnus Sunni dalam ‘AMal Al Yaum Wa Al Lailah (206) dan Ath Thobroni dalam Ad Du’a (941)

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.