Suami Wajib Baca, Inilah Hak-Hak Istri yang Harus Dipenuhi

0

Rosulullah shollallaahu ‘alayhi wa sallam adalah sosok suami terbaik. Beliau amat banyak memberikan petuah agar para suami memenuhi hak atas suami. Bahkan dalam salah satu hadits beliau, pesan tegas disampaikan kepada para istri agar tidak menolak ajak suami di ranjang dengan ancaman laknat sampai pagi. Begitu pun terhadap suami, Rosulullaah berpesan banyak sekali agar hak-hak istri terpenuhi dengan baik. Dalam sebuah hadits hasan dinyatakan bahwa Rosulullaah sampai memberikan sanksi terhadap hak dua golongan yang lemah. Golongan lemah yang dimaksud adalah anak yaim dan para wanita.

Abu Huroiroh rodhiyallaahu ‘anhu meriwayatkan Rosuulullaah shollallaahu ‘alayhi wa sallam, beliau bersabda:

Ya Allah, sesungguhnya aku telah menetapkan sanki atas hak dua orang yang lemah, yaitu hak anak yatim dan hak seorang wanita.

[Hadits hasan riwayat An Nasa-i dalam Usroh An Nisa’ no. 276]

Dalam kaitannya dengan istri, Rosulullaah bersabda dalam sebuah hadits shohih yang diriwayatkan oleh Muawwiyah bin Haidah rodhiyallaahu ‘anhu,

Aku bertanya kepada Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa sallam, “Yaa Rosulullaah, apa saja hak istri terhadap salah seorang dari kami?” Beliau menjawab, “Hendaknya memberinya makan jika ia makan, memberinya baju jika ia memakai baju, janganlah ia memukul wajah istrinya, jangan pula menghinanya dan jangan mendiamkannya kecuali masih dalam satu rumah.”

[Hadits shohih riwayat Ahmad (IV/447)]

Secara lebih rinci, dapat dijabarkan dalam poin-poin berikut ini, hak-hak istri yang harus dipenuhi oleh suaminya:

  1. Pangan dan sandang
  2. Mengajarkannya ilmu syariat dan berusaha membantu untuk mendapatkannya
  3. Menjaga perasaannya
  4. Menjaga diri serta berusaha memenuhi dorongan seksualnya
  5. Memanjakannya sebagai istri dan memperlakukannya dengan baik
  6. Jangan sampai mencari cela dan aibnya serta memata-matainya
  7. Menahan derita dan bersabar atas segala kekerasan sikapnya
  8. Menjaga harta pribadinya
  9. Menepati janji serta setia
  10. Jangan sampai mendiamkannya selain di rumah
  11. Bersikap adil dan merata dalam pembagian untuk semua istri (jika poligami)
  12. Mengizinkannya pergi ke masjid atau tempat lain asal menjaga adab
  13. Mengasuh anak-anak ketika terjadi perceraian
  14. Memberi kesempatan kepadanya untuk mengajukan khulu’ (cerai) ketika ia sudah membenci dan tidak mencitai suaminya lagi.
  15. Berhias untuk menyenangkan istri
  16. Jangan sampai memukul wajahnya
  17. Diperbolehkan tetap tinggal di rumah suami jika terjadi perceraian hingga habis masa iddah
  18. Tetap dijadika sebagai istri dengan cara yang baik atau dicerai dengan cara yang baik pula.

Source: As Sayyid, Majdi Fathi (2012). Mesra Sejak Malam Pertama Hal. 45-48. Pustaka Arafah: Solo
Editor: Destur

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.