Saat Tertimpa Musibah, Ada 6 Ramuan Anti Galau

0

Kegundahan dalam benak seseorang akan muncul tatkala ia mengalami kondisi dimana hatinya sedang hampa. Kekosongan tersebut adalah bukti bahwasanya nutrisi hati tidak adekuat. Dalam hal ini, kondisi galau amat rentan menyerang. Mulai dari galau tingkat RT hingga galau tingkat galaksi. Pada saat inilah, komputer saja butuh anti virus maka galau pun butuh anti galau. Anti galau harus diramu dengan benar agar bersifat solutif. Eksperimen telah menyatakan bahwa ramuan anti galau ini amatlah manjur. Bahkan, para Nabi dan Rosul pun ketika menghadapi kaumnya, menggunakan resep ini agar tetap sabar menghadapi berbagai hujatan.

Di antara keenam ramuan tersebut telah dinukil dalam kitab La Tahzan for Trouble Solutions karya Mahmud Al Mishri. Berikut ini keenam ramuan anti galau tersebut:

Yakin kepada Allah
Yakin dalam arti bahwa Allah akan menepati janji-Nya. Janji bahwa setiap amal ibadah akan diganti dengan pahala dan setiap perbuatan maksiat akan dibalas dengan yang serupa.

Semua yang ditakdirkan telah ada
Tidak ada kejadian yang menimpa setiap makhluk melainkan sudah ditetapkan. Namun tentu manusia masih dituntut untuk berusaha sebaik mungkin karena kita belum tahu akhirnya seperti apa. Kendati demikian, Allah tidak pernah zalim. Allah menetapkan semuanya dengan sangat bijak dan terbaik bagi hamba-Nya.

Kesabaran
Kesabaran adalah sebaik-baik obat yang dipakai oleh orang-orang yang tertimpa ujian. Sebagaimana yang telah Allah ajarkan kepada hamba-Nya, kita disuruh memohon kepada Allah dengan sabar dan sholat. Dalam ayat yang berkaitan dengan hal tersebut, posisi sabar ditempatkan diawal baru kemudian sholat.

Keluh kesah tidak akan membantu
Ciri-ciri orang sedang galau adalah selalu mengeluh. Tidak terima dengan apa yang dialami. Pada tingkat yang lebih parah, bisa berlanjut dengan makian terhadap takdir Allah. Tidak sedikit yang akhirnya murtad karena hal ini.

Bisa jadi hal tersebut adalah karena kejahatan atau dosa yang kita perbuat
Sekecil apa pun perbuatan baik yang kita lakukan maka akan mendapatkan balasan kebaikan pula dari Allah. Lantas, tentu perbuatan dosa sekecil apa pun pasti akan mendapatkan nilai yang setimpal dengan perbuatan tersebut.

Dari waktu ke waktu adalah kebaikan
Yakinlah bahwa setiap apa yang ditetapkan oleh Allah adalah kebaikan. Tiada keburukan melainkan kurangnya rasa syukur dan sabar tatkala menghadapi setiap ketentuan dari Allah.

Tinggalkan Komentar