Proses Terjadinya Emboli dan Jenisnya

0
Gambaran terjadinya Trombus.

Embolisme adalah terdapatnya massa fisik dalam aliran darah dan akhirnya berhenti pada suatu bagian tubuh. Proses terbawanya massa fisik inilah yang disebut dengan Embolisme. Sedangkan Emboli adalah massa fisik tersebut. Bentuknya beraneka ragam namun yang paling sering dijumpai terjadi pada manusia adalah Tromboemboli (Thromboembolism).

Tromboemboli sendiri merupakan Emboli yang berbentuk bekuan darah (Trombus). Benda lain yang juga dapat menjadi Emboli adalah pecahan jaringan, sel-sel kanker, benda asing yang disuntikkan ke dalam sistem kardiovakuler lain seperti cairan atau bisa juga karena udara

Emboli dalam tubuh manusia sering terjadi akibat Trombus pada Vena. Bagian Vena paling sering terjadi Trombus adalah Vena Profunda di tungkai dan panggul. Emboli bisa saja mengakibatkan kematian. Trombus atau bekuan darah yang telah menjadi Emboli, akan terbawa oleh aliran darah. Aliran darah vena dari seluruh tubuh akan bermuara ke Vena Cava. Selama masuk ke vena menuju Jantung, biasanya tidak terjadi apa-apa. Namun ketika mengikuti aliran darah ketika dikirim ke Paru-Paru melalui Arteri Pulmonalis, Emboli ini bisa menjadi penyebab sumbatan sirkulasi darah. Hal ini terjadi jika Emboli berupa benda padat dan berukuran cukup besar sehingga tidak bisa lolos melewati Arteri Pulmonalis yang berukuran kecil.

Kasus yang terjadi jika Emboli tersebut berukuran kecil, tetaplah berbahaya. Ketika Emboli berhasil lolos melalui Arteri Pulmonalis, ia dapat mengakibatkan perdarahan paru-paru atau nekrosis pada sebagian jaringan paui-paru. Emboli berukuran kecil yang berlangsung lama dalam paru-paru dapat mengakibatkan gagal Jantung kanan.

Gelembung gas juga dapat menjadi Emboli yang berbahaya. Hal ini paling sering terjadi ketika prosedur pemasangan infus kurang tepat. Udara dapat masuk baik disadari atau tidak. Salah keadaan Emboli udara ini disebut dengan Caisson. Dalam keadaan Caisson inilah, bisa terjadi dekompresi udara secara mendadak. Gelembung-gelembung kecil ini jika berjumlah banyak, akan tersebar ke seluruh tubuh dan menjadi penghambat sirkulasi darah.

Embolisme yang tidak kalah berbahaya adalah Emboli Lipid. Emboli lemak bisa terjadi akibat prosedur insisi. Saat prosedur bedah, sewaktu jaringan lemak dilakukan insisi, lemak dapat ikut mengalir ke aliran darah. Oleh karenanya, prosedur dalam tindakan medikasi sudah disesuaikan dengan SOP yang telah disupervisi.

Tinggalkan Komentar