Perawat Indonesia Bersertifikat Bahasa Jepang Bisa Dapat Gaji 30 Juta

0

Hingga kini, kesempatan bagi perawat Indonesia untuk Go Internasional masih terbuka lebar. Pasalnya, pemerintah Indonesia kebanjiran order dari luar negeri yang ternyata menyukai kinerja para perawat Indonesia. Perawat Indonesia diakui sebagai perawat yang giat dan tekun dalam bekerja. Bahkan, perawat Indonesia menurut penuturan beberapa senior yang telah bekerja di sana, sopan santunnya sangat luar biasa terhadap para pasien.

Nusron Wahid selaku kepala BNP2TKI menyebutkan bahwa permintaan dari luar negeri untuk perawat Indonesia mencapai 23.000 tiap tahunnya. Namun hingga kini baru terpenuhi sekitar 15.000. Kendala utamanya adalah pada bahasa yang bagi perawat Indonesia masih belum dibina dengan baik terutama bahasa Inggris.

“Dari sekitar 23 ribu permintaan, hanya dapat dipenuhi sebanyak 15 ribuan saja. Kendala utama adalah kelemahan menguasai bahasa Inggris untuk media atau medical English” jelas Wahid, dilansir Liputan 6.

“Rumah sakit atau panti jompo di Jepang, Taiwan, Hongkong, Qatar, Arab Saudi dan lainnya sebenarnya lebih suka mendatangkan perawat Indonesia karena melayani dengan hati. Sayang penguasaan medical English mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) sangat lemah hingga permintaan tersebut tak bisa dipenuhi,” ujar dia, seperti dikutip Sabtu (4/7/2015).

Menyikapi hal ini, Indonesia menjalin kerja sama dengan pihak National Council Licensure Examination for Register Nurse (NCILEX-RN). Kerja sama ini berkenaan dengan akan diselenggarakannya ujian kompetensi medical English di Indonesia.

Selama ini, gaji bagi perawat yang bekerja di Jepang cukup tinggi. Bagi perawat Indonesia yang memiliki sertifikat bahasa Jepang bisa mengantongi gaji sebesar 270.000 yen atau sekitar Rp 30 Juta, sedangkan yang tak bersetifikat hanya separuhnya yaitu sekitar Rp 15 Juta.

Tinggalkan Komentar