Mengenal Istilah Farmakognosi Dalam Dunia Obat-Obatan

Amat banyak istilah dalam dunia Farmakologi. Dalam hal penguasaan bidang medis, memang daya ingat sangatlah berperan penting. Salah satu cabang ilmu Farmakologi adalah Farmakognosi. Secara sederhana, istilah Farmakognosi dijabarkan dengan sebuah kaidah ilmu yang mempelajari berbagai pernik obat dari bahan alam. Lebih spesifik, yang dimaksud bahan alam ini adalah obat yang dihasilkan dari olahan bahan nabati, hewani dan mineral.

Selama ini mungkin yang dianggap oleh banyak orang adalah bahwa semua obat medis itu berasal dari bahan sintetis. Faktanya tidak, ada banyak pula obat yang dihasilkan dari bahan alam. Dalam mengolah bahan nabati, hewani dan mineral ini menjadi obat, diperlukan beberapa uji klinik berupa uji farmakodinamika, uji toksikologi dan uji biofarmasetika. Sebagai contoh Chloramphenicol dapat dibuat secara sintesis total, yang sebelumnya hanya dapat diperoleh dari biakan cendawan Streptomyces Venezuela.

Beberapa istilah farmakognosi antara lain:

  1. Simplisia, adalah bahan alamiah yang digunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga, kecuali dinyatakan lain, berupa bahan yang telah dikeringkan.
  2. Simplisia nabati, adalah simplisia berupa tanaman utuh, bagian tanaman atau eksudat tanaman.
  3. Eksudat tanaman, adalah isi sel yang secara spontan keluar dari tanaman atau isi sel dengan cara tertentu dikeluarkan dari selnya, atau zat-zat nabati lainnya yang dengan cara tertentu dipisahkan dari tanamannya dan belum berupa zat kimia murni.
  4. Simplisia hewani, adalah simplisia yang berupa hewan utuh, bagian hewan atau zat-zat yang berguna yang dihasilkan oleh hewan dan belum berupa zat kimia murni.
  5. Simplisia mineral, adalah simplisia yang berupa mineral (pelikan) yang belum diolah atau dioleh dengan cara sederhana dan belum berupa zat kimia murni.
  6. Alkaloida, adalah suatu basa organik yang mengandung unsur Nitrogen (N) pada umumnya berasal dari tanaman , yang mempunyai efek fisiologis kuat/keras terhadap manusia.
  7. Glikosida, adalah suatu zat yang oleh enzim tertentu akan terurai menjadi satu macam gula serta satu atau lebih bukan zat gula. Contohnya amigdalin, oleh enzim emulsin akan terurai menjadi glukosa + benzaldehida + asam sianida.
  8. Enzim, Adalah suatu biokatalisator yaitu senyawa atau zat yang berfungsi mempercepat reaksi biokimia / metabolisme dalam tubuh organisme.
  9. Vitamin, adalah suatu zat yang dalam jumlah sedikit sekali diperlukan oleh tubuh manusia untuk membentuk metabolisme tubuh. Tubuh manusia sendiri tidak dapat memproduksi vitamin.
  10. Hormon, adalah suatu zat yang dikeluarkan oleh kelenjar endokrin yang mampengaruhi faal, tubuh dan mempengaruhi besar bentuk tubuh.
  11. Pemerian, Adalah uraian tentang bentuk, bau, rasa, warna simplisia, jadi merupakan informasi yang diperlukan pada pengamatan terhadap simplisia nabati yang berupa bagian tanaman (kulit, daun, akar, dan sebagainya)
Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker