Kisah Jenazah yang Disiksa Dalam Kubur, Siksa Kubur Ada yang Berlangsung Hingga Kiamat

Betapa celakanya kita jika ketika kita mati, adzab kubur telah menanti. Siksa kubur amatlah dahsyat. Oleh karenanya, amatlah sia-sia kehidupan di dunia ini jika tidak diiringi dengan amalh sholih. Siksa kubur bagi sebagian orang mungkin sudah pernah membaca kisah-kisah hikmah. Ada kisah seorang anak yang durhaka terhadap orang tuanya sehingga ketika kuburannya dibongkar, jasadnya menghitam. Besar kemungkinan itu adalah siksa kubur yang dahsyat. Ada pula kisah yang disampaikan oleh guru kami sewaktu SMA.

Tatkala kami sekolah di SMA, ada seorang guru agama bercerita. Suatu malam, sang guru bersama para warga memakamkan salah satu jenazah kaum muslimin. Kejadian mengejutkan terjadi dua kali. Berhubung makam sudah penuh, maka ada satu makam yang dibongkar untuk dirapikan dan diisi dengan jenazah baru. Saat jenazah yang lama tersebut diangkat, ternyata tulang-belulangnya berkumpul jadi satu di tengah. Alangkah terkejutnya para warga. Dengan tetap berdzikir kepada Allah atas tragedi tersebut, kemudian tulang-belulang tersebut dirapikan. Kemudian saat akan dikubur lagi, sang guru kesulitan untuk keluar dari liang kubur tersebut. Tutur beliau, tanah liang kuburan jasad tersebut pelan-pelan terasa amblas ke bawah. Seketika sang guru naik dengan dibantu para warga. Kuburan tersebut pun ditutup kembali.

Muat Lebih

Kaitannya dengan siksa kubur, Ibnul Qoyyim menjelaskan dalam kitabnya Menjelajah Alam Roh, bahwa siksa kubur dibagi menjadi 2 kategori. Ada siksa kubur yang bersifat sementara hingga batas waktu tertentu dan ada pula siksa kubur yang berlangsung terus-menerus hingga kiamat datang.

Pertama, siksa kubur yang berlangsung terus-menerus tersebut dijelaskan dalam firman Allah surat Ghofir ayat 46:

“Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang” (Ghofir: 46)

Dijelaskan pula dalam hadits, Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Ia diperlakukan (disiksa) seperti itu hingga hari kiamat” [HR. Bukhory (5789) dan Muslim (2088)]

Kedua, siksa kubur yang ditimpakan hingga batas waktu tertentu. Ini adalah siksa yang ditimpakan kepada sebagian pelaku maksat dalam kategori ringan. Mereka disiksa sesuai dengan tingkat kesalahannya kemudian siksaannya diringankan. Sama halnya ketika di neraka, siksa akan semakin ringan sesuai kadar dosa dan kebaikannya.

Siksa kubur ini dapat dihentikan atau dikurangi karena doa, sedekah, istighfar, pahala haji, amalan ibadah yang dikirimkan oleh anak atau kerabatnya yang masih hidup.

Pos terkait