Kebiasaan-Kebiasaan Ringan untuk Menjaga Romantisme Keluarga

0

Menjalani hubungan pernikahan bukanlah hal gampang namun jika disebut hal tersebut sulit maka justru tidak akan memberikan solusi. Kata “Sulit” dalam kaidah psikologi adalah ibarat dinding penghalang. Semakin seseorang mengatakan kata “sulit” maka dinding itu akan semakin tinggi dan sukar dilalui. Romantisme keluarga dapat dibina dari hal-hal kecil. Banyak orang yang luput untuk sekedar meluangkan waktunya barang semenit saja untuk melakukan hal-hal kecil ini. Padahal, romantisme keluarga tidaklah dicapai hanya dengan hal-hal besar. Hal kecil namun rutin dilakukan adalah perilaku yang baik untuk menjaga romantisme keluarga.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membina romantisme keluarga dapat kita uraikan. Cukup dilakukan dengan kegembiraan dan keikhlasan sehingga terbina sebuah harmonisasi antara hati dan akal. Horman kebahagiaan akan diproduksi secara massal jika kondisi hati senantiasa mencapai level senyum.

Mencium kening/pipi sebelum pergi
Suami pada awal pernikahan amat doyan melakukan hal ini. Tidak perlu membuang waktu hingga 1 menit untuk melakukannya. Mencium kening istri adalah perilaku yang baik dan akan menjaga romantisme keluarga. Namun, seiring berjalannya waktu, kebiasaan ini semakin memudar. Penyebabnya bisa dari kedua belah pihak. Bisa dari suami yang mulai merasakan kejenuhan dalam pernikahan. Kejenuhan ini bisa datang dari mana pun. Bisa dari diri sendiri yang mulai kehilangan sosok sebagai suami yang baik atau karena pengaruh lingkungan. Bisa saja banyak temannya yang mendorong untuk poligami dan kondisi si suami ini masih labil sehingga akhirnya membanding-bandingkan istrinya dengan wanita lain. Maka sebagai suami, ia harus kembali menemukan jati dirinya sebagai penanggung jawab keluarga. Jika berani menikahi, maka harus berani menjaga cintanya hingga akhir, terlebih hingga surga. Kondisi tersebut bisa juga terjadi pada istri. Bayang-bayang mantan kembali hadir dan merusak hubungan cinta dengan suami. Bisa juga karena istri mulai malu untuk melakukan hal itu lagi karena usia.

Saling bersentuhan tatkala duduk bersama
Ketahuilah para suami, istri akan merasa aman tatkala berada di dekat suami. Memberinya sentuhan setiap bersamanya akan membuatnya bahagia karena memiliki suami yang selalu menjaganya. Dengan ini pula, libido suami biasanya naik dan kondisi ini akan menjaganya agar tidak lirik sana-sini.

Ngobrol sebelum tidur
Istri memiliiki sifat tidak bisa memendam lama perasaan. Bawaannya ingin diceritain. Suami yang baik adalah yang bisa menjadi pendengar bagi istrinya. Biarlah istri bercerita panjang lebar dengan suami tetap berada disampingnya. Bila perlu, peluklah ia tatkala bercerita sebelum tidur. Betapa kelelahan sewaktu bekerja seharian bukanlah alasan untuk melaksanakan tugas sebagai suami yang gagah.

Pujian
Watak istri itu pada dasarnya suka dipuji, meskipun ada juga istri yang sikapnya kaku dan tidak menyukai keromantisan. Bisa saja suami memuji istri, “Ehm,,,pagi-pagi sudah capek, memang istri ayah ini luar biasa rajinnya”. Istri pun ketika suaminya pulang jangan dimarahi, sapalah dengan pujian, “Subhanallah suamiku, kok baru pulang jam segini, semoga jerih payah ayah diberikan pahala yang melimpah selaku suami bunda yang terbaik.”

Ucapan terima kasih “Jazakallah/Jazakillah”
Kebiasaan buruk para suami dan istri salah satunya adalah ia terbiasa mengucapkan ucapan terima kasih hanya kepada orang lain tapi lupa dengan keluarganya. Ketika saling sapa di dunia maya atau dunia nyata, ucapan “Jazaakallaah atau jazaakillaah” sering disampaikan. Tapi ketika di rumah justru lupa. Faktanya, hal tersebut termasuk salah satu hal ringan tapi dapat menjaga romantisme keluarga.

Mengirimkan pesan romantis
SMS dengan suami atau istri akan lebih romantis jika selalu diselipi kata “Sayang”. Terkadang lisan amat sulit terucap kata-kata romantis tapi tulisan meskipun tidak dapat mewakili seluruhnya, tetaplah dapat menjadi solusi tersendiri.

Memberi hadiah
Istri yang menjaga dirinya untuk tidak pacaran, terkadang juga ingin memiliki suami yang peka terhadap hal tersebut. Betapa istri juga ingin suami memberinya hadiah. Biar pun Valentine day itu haram dalam Islam, namun tidak berarti memberi hadiah coklat itu dilarang. Bawakanlah coklat setiap pulang kerja, tidak perlu mahal. Seharga coklat Rp 3.000 bisa membuat suasana keluarga kian romantis.

Jalan bersama
Pacaran dalam Islam dilarang, namun ketika sudah halal dalam ikatan pernikahan, metode pacaran akan membuat romantisme keluarga terjalin. Jika para pemuda-pemudi yang pacaran secara haram itu suka pergi ke tempat wisata berduaan sembara bergandengan tangan, maka lakukanlah hal serupa. Diam-diam istri Anda juga iri dengan hal tersebut, hanyasanya suami kurang peka sehingga istri pun bisa saja mengalami gejala haid sebelum waktunya. Suka ngambek dan lain sebagainya.

Demikian sekelumit kebiasaan-kebiasaan ringan untuk menjaga romantisme keluarga. Cukup mudah untuk dijalani dan paling utama adalah kesadaran bahwa Anda sudah tidak lagi hidup sendiri. Bahagiakanlah istri layaknya permaisuri dan bahagiakanlah suami layaknya pangeran.

Tinggalkan Komentar