Jangan Halangi Anak Bermain, Betapa Besarnya Manfaat Bermain Bagi Anak

0

Bermain bagi anak adalah kewajiban. Jika seorang anak tidak suka bermain dalam masa-masanya tumbuh dan berkembang, maka bisa jadi justru itu adalah tanda kelainan. Manfaat bermain bagi anak amatlah banyak. Selain untuk memberikan stimulus bagi anak agar proses tumbuh kembangnya baik, anak juga akan terhindar dari stres. Banyak sekali permainan yang bisa digunakan untuk meningkatkan kecerdasan anak.

Fase prasekolah merupakan fase yang penting sekali bagi pertumbuhan anak. Terutama bagi mentalitas dan intelektualitas anak melalui permainan. Dengan permainan ini diharapkan anak akan mecapai puncak potensi kematangan. (Dr. Muhyiddin Tuq dalam Majalah Al ‘Arabi ed. 234)

Permainan adalah kebutuhan bagi anak. Ia akan merasa senang untuk melakukannya dan itu sangat membantu proses tumbuh kembang. Beberapa manfaat bermain bagi anak diantaranya:

Meningkatkan kemampuan fisik
Anak akan terlatih untuk terampil. Kemampuan fisiknya akan tertempa dengan lebih baik sehingga tidak mudah sakit. Sistem imunitas tubuh akan terlatih. Kemampuan motorik anak akan lebih terbina.

Pendidikan sejak dini
Dengan bermain, anak bisa belajar banyak hal. Oleh karenanya kini telah berkembang berbagai permainan edukatif.

Sosial kemasyarakatan
Anak akan terbiasa berinteraksi dengan teman-teman dan masyarakat. Komunikasinya juga akan lebih baik ketika berinteraksi dengan bermacam-macam karakter orang. Namun hal ini perlu diawasi dengan baik agar tidak menyerap kata-kata buruk. Hal ini lebih kepada pengembangan linguistik.

Pendidikan akhlak
Perilaku teman yang baik akan memberikan efek yang baik pula untuk anak. Oleh karenanya, memilihkan lingkungan yang agamais akan membuat anak mempelajari perilaku baik teman-temannya.

Meningkatkan kreativitas
Daya nalar anak untuk menggali potensi akan lebih maksimal. Anak bisa memanfaatkan benda didekatnya untuk bermain. Bahkan, ia bisa membuat mainan sendiri dari benda-benda yang sudah digunakan di rumah.

Masalahnya, para orang tua terkadang terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga anak kurang terpantau. Lebih parah lagi ketika para ibu lebih memilih untuk meninggalkan kewajibannya dalam mendidik anaknya sendiri untuk mendidik anak orang lain. Tidak buruk memang tapi hal ini tetaplah salah. Pendidikan anak di rumah adalah tanggung jawab ibu dan peran ayah adalah sebagai wujud teladan bagi anak. Jika keduanya tidak perhatian dengan tumbuh kembang anak maka anak akan kehilangan haknya untuk tumbuh dan berkembang dengan asuhan orang tua yang bertanggung jawab.

Tinggalkan Komentar