Harga Rokok Murah, Menkes Sarankan Orang Tua Batasi Uang Jajan

Rokok murah adalah penyebab anak-anak kini semakin berani mencoba barang haram ini. Bagaimana tidak, di warung-warung tersedia rokok dengan harga yang cukup mudah didapatkan. Dulu, uang saku anak-anak tidaklah lebih dari Rp 500 per hari atau bahkan kurang. Kini uang saku tiap harinya sudah tidak kurang dari Rp 5.000. Rokok murah yang dijual di warung-warung berkisar antara Rp 1.000 – 1.500. Hal ini akan mengakibatkan generasi muda terlena dengan sifat boros untuk membeli rokok.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Nila F Moeloek mengatakan, merokok telah menjadi kebiasaan para remaja di Indonesia akhir-akhir ini. Bahkan, jumlah perokok remaja sudah meningkat sekira 20 persen.

“Anak-anak merokok jumlahnya sudah meningkat 20 persen. Saya kira, itu tidak baik dan masalah ini akan bicarakan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ucap Menkes Nila di Kantor Kementerian Kesehatan, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2015) dilansir Okezone.

Penyebab kenaikan jumlah perokok remaja, menurut Menkes Nila, para remaja di negara kita bisa membeli rokok dengan harga yang sangat murah. Juga rokok bisa dibeli di mana pun, tanpa mematuhi aturan yang berlaku.

“Kalau kita hitung saja, rokok murah sekali. Belinya per keteng Rp1.000. Bahkan, dia sudah bisa beli pakai uang jajan sendiri dan itu bahaya. Saya imbau kepada orangtua agar hati-hati, jangan banyak-banyak memberi uang jajan,” tegas Menkes Nila.

Source: Okezone
Editor: Destur

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker