Gejolak Perubahan Psikologis Pada Ibu Hamil

Gambaran janin dalam kandungan minggu ke 38.

Kehamilan bagi para ibu muda merupakan sebuah tragedi yang unik. Tatkala menghadapi kehamilan ini, banyak sekali perubahan yang terjadi. Perubahan-perubahan tersebut bisa saja terjadi berupa perubahan psikologis atau juga fisiologi. Perubahan psikologis pada ibu hamil amatlah sulit dipahami. Terutama bagi sang ayah, jika bertindak kurang bijak dalam menghadapi istri yang sedang mengalami kondisi labil tersebut, pertikaian dalam rumah tangga pun bisa saja terjadi. Perubahan psikologis pada ibu hamil bisa saja menyenangkan atau justru penuh gejolak. Bagi setiap ibu tidaklah sama. Tekanan emosional yang tinggi bisa saja berujung pada peningkatan stres.

Masalah psikologi yang terjadi pada ibu hamil dibagi dalam beberapa hal, diantaranya:

Muat Lebih

  1. Perubahan emosional
  2. Perubahan citra diri akibat perubahan bentuk tubuh
  3. Depresi Antenatal

Perubahan Emosional
Perubahan hormon sangat berperan dalam kasus ini. Hormon akan mempengaruhi suasana hati karena kadarnya akan naik-turun. Pengaruh yang akan tampak seperti suasana sedih, panik, senang dan sebagainya. Stres adalah efek yang tidak bisa dielakkan. Kondisi stres ini dibagi dalam 3 tahapan, yaitu:

  • Trimester pertama, ibu hamil belum terbiasa dengan kondisinya. Ibu akan sering gelisah dan bahkan stres pun datang. Selain itu, gejala morning sickness juga masih sangat terasa.
  • Trimester kedua, ibu sudah mulai terbiasa dengan kondisinya. Bahkan ia sudah bisa diajak berhubungan suami-istri.
  • Trimester ketiga, tingkat stres akan meningkat kembali. Posisi tidur mulai kurang nyaman, ruang gerak menjadi terbatas dan ibu akan mudah sekali mengalami kelelahan. Perasaan cemas jelang persalinan juga semakin meningkat. Terlebih disertai isu yang macam-macam dari tetangga tentang operasi dan sebagaginya.

Perubahan Citra Diri
Bagi sebagian perempuan, hamil adalah sebuah kebanggaan karena itu adalah bukti bahwa ia dapat memiliki keturunan dan melangsungkan generasi. Namun, bagi sebagian yang lainnya justru menjadi momok yang menakutkan. Ia takut keindahan tubuhnya akan berkurang.

Depresi Antenatal
Hasil penelitian di Amerika menunjukkan bahwa 5-10% wanita hamil mengalami depresi (Llwellyn – Jones, 2000). Depresi ini diakibatkan oleh ibu yang tidak memiliki pasangan, wajar saja karena di Amerika negara bebas. Mereka bisa saja berkumpul tanpa ada hubungan pernikahan. Kondisi depresi lain bisa saja karena kekhawatiran tidak mampu membiayai bayinya. Makanya banyak kasus orang tua yang membuang atau membunuh bayinya. Bagi para remaja, tindakan abortus pun menjadi pilihan.

Source: Rahmat H, M. Psi, Dr. Dede & Karyawati S. Si, T, E. Yayan (2013). Psikologi untuk Bidan. Akademia Permata: Padang
Editor: Destur

Pos terkait