Efek Samping Obat-Obatan Anemia

Recombinant human erythropoietin
Obat ini digunakan untuk pengobatan anemia pada pasien anak-anak dan dewasa untuk gagal ginjal kronik, pasien kanker yang menjalani kemoterapi, insufisiensi ginjal, penurunan kebutuhan transfusi pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi, dan gejala pada pasien yang terinfeksi HIV dan diobati dengan zidovudin, serta pasien yang membutuhkan transfusi (ketergantungan transfusi). Fungsinya? Untuk meningkatkan kadar sel darah merah dan mencegah penurunan kadar hemoglobin pada pasien yang akan menjalani bedah tumor.

Namun, obat ini tidak dianjurkan untuk pasien dengan hipertensi (tekanan darah tinggi) yang tak terkendali, hipersensitif terhadap produk derivat sel hewan mamalia atau albumin manusia, kejang, epilepsi, gagal hati kronik, kanker, ibu hamil, dan ibu menyusui. Obat penambah darah ini memiliki efek samping seperti hipertensi, sakit kepala, nyeri sendi, mual, pembengkakan, kelelahan, dan diare.

Muat Lebih

Methoxy polyethylene glycol dan epoetin beta
Obat-obatan anemia jenis ini digunakan untuk mengobati anemia pada pasien penyakit ginjal kronis dengan cara memberi sinyal pada sumsum tulang untuk membuat sel-sel darah merah. Epoetin beta juga disarankan untuk pengobatan simptomatik anemia ginjal pada pasien sebelum dialisis dan pencegahan anemia pada bayi prematur. Selain itu, berfungsi pula sebagai pencegahan dan pengobatan anemia pada pasien dewasa dengan tumor solid dan diobati dengan kemoterapi platinum-dasar yang cenderung menyebabkan anemia. Obat ini juga berfungsi meningkatkan produksi “autologous blood” sebelum donor darah dilakukan.

Perhatian, tidak dianjurkan mengonsumsi obat ini bila Anda memiliki hipertensi tidak terkontrol, sedang dalam bulan terapi, mederita infark miokard atau stroke, angina pectoris tidak stabil, atau memiliki risiko thrombosis vena dalam.Methoxy polyethylene glycol dan epoetin beta memiliki efek samping sakit kepala, nyeri pada tubuh, diare, dan muntah.

Source: Alodokter.com
Editor: Destur

Pos terkait