10 Petuah Rosulullah Ini Harus Kamu Pahami

Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa sallam tidak sembarangan memberikan nasihat secara khusus kepada beberapa sahabat beliau. Nasihat-nasihat yang disampaikan secara pribadi memang tidak semua sahabat mendapatkannya. Ada yang mereka yang meminta kepada Rosulullah atau ada juga yang Rosulullaah yang memberikan kepada mereka petuah secara pribadi. Kesemuanya telah dirangkai dalam hadits-hadits yang dapat kita telaah dan terapkan dalam kehidupan. Maka amatlah durhaka ketika ada yang mencela sunnah Rosul yang telah termaktub dalam tiap hadits beliau. Semisal beberapa waktu lalu ada golongan setan dari jenis manusia yang mencela syariat jenggot dan jilbab.

Salah satu nasihat yang dapat dijadikan pelajaran adalah petuah Rosulullah shollallaahu ‘alayhi wa sallam kepada sahabat Mu’adz rodhiyallaahu ‘anhu. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Majah dan imam Bukhori dalam Adabul Mufrod beliau.

Nasihat tersebut ada 10 butir inti, diantaranya:

  1. Janganlah engkau menyekutukan Allah sekalipun engkau harus mati dibunuh atau dibakar.
  2. Janganlah mendurhakai kedua orang tuamu meskipun keduanya menyuruhmu untuk mengorbankan keluarga dan hartamu.
  3. Jangan sekali-kali meninggalkan sholat wajib dengan sengaja karena sesungguhnya orang yang meninggalkan sholat wajib dengan sengaja berarti ia telah lepas dari jaminan Allah.
  4. Jangan sekali-kali meneguk khomr karena sesungguhnya ia merupakan pangkal dari semua kekejian.
  5. Jauhilah kemaksiatan karena kemaksiatan itu menyebabkan kemurkaan Allah.
  6. Jangan sampai engkau melarikan diri dari medan perang sekalipun orang-orang semuanya binasa.
  7. Jika orang-orang telah meninggal sekalipun, sedangkan engkau berada di tengah-tengah mereka, maka tetaplah bertahan.
  8. Berikan nafkah kepada keluargamu menurut kemampuanmu.
  9. Janganlan engkau mengangkat tongkatmu di depan keluargamu sebagai bentuk adab terhadap mereka.
  10. Tanamkanlah pada jiwa mereka (keluargamu) rasa takut kepada Allah.

Sangat patut untuk direnungkan bersama. Betapa esensi tauhid begitu kentara dalam petua di atas. Terlebih dalam penutup redaksi hadits di atas, kewajiban untuk menuntun keluarga menjadi poin yang jangan sampai terlewatkan. Setiap kedurhakaan akan mendapatkan balasan dan setiap kebaikan akan mendapatkan kebaikan pula. Balasan Allah atas kemaksiatan tidak akan pernah melebihi tingkat kedurhakaan kita. Namun ketika memberikan pahala, Allah akan melipatgandakannya hingga tak terhingga.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker