Wahai Suami, Pandailah Memanjakan Istri

0

Beberapa hari lalu, saya sempat membaca sebuah forum para ibu. Mereka sedang mengomentari sebuah topik yang cukup lucu tapi ternyata cukup mewakili isi hati para istri. Hal sepele yang dapat membuat istri menjadi sosok wanita sesungguhnya namun para suami cenderung cuek akan hal ini. Disadari atau tidak, hal ini merupakan salah satu penyebab rumah tangga menjadi kacau. Memiliki suami yang serba sensitif terhadap sesuatu masalah adalah idaman para istri. Suami yang pandai memanjakan istri disetiap istri berada dalam kondisi apa pun.

Memanjakan istri sebenarnya tidaklah sulit. Kunci keberhasilan dalam memanjakan istri adalah sikap pengertian. Betapa istri itu ketika melihat sinetron yang serba mesra seperti dikecup keningnya, dicubit mesra atau semisalnya, maka mereka pun juga ingin seperti itu. Masalahnya, kita lupa akan kemesraan yang Rosulullah shollallaahu ‘alayhi wa sallam ajarkan. Tentu kita pernah melihat film barat, meskipun mereka sudah kakek-nenek, mereka tampak dengan kasih sayang memberikan kecupan-kecupan. Diluar kesalahan tempat dalam mereka memberikan rasa kasih sayang itu, namun sisi lain yang dapat kita ambil adalah betapa hal kecil itu dapat memberikan kesejahteraan hati dalam sebuah keluarga.

Sapalah dengan panggilan sayang
Panggilan sayang selama ini kebanyakan pasangan cukup malu untuk mengucapkan di tempat umum. Padahal terkadang istri ingin merasa ia dianggap sebagai tuan putri yang dipanggil dengan sebutan mesra. Misalkan panggilan sayangnya adalah “Aisy”, maka sebutlah nama itu tatkala berada di depan keluarga, atau bahkan sesekali di tempat umum. Ingat, sesekali saja.

Berilah kecupan dan pelukan
Salah satu kebiasaan orang barat adalah memberikan kecupan baik mau berangkat atau pulang kerja. Hal ini mereka lakukan secara terbuka, tentu ini bukanlah kebiasaan kita selaku muslim. Berilah ia kecupan di kamar. Masalahnya, ketika umur pernikahan sudah mulai lama, kebiasaan ini juga kian memudar. Entah ada masalah pada poin mana namun inilah yang terjadi di masyarakat pada umumnya. Sebenarnya apa susahnya meluangkan waktu yang tidak lebih dari 1 menit untuk memberikan kecupan pada kening istri. Anda lebih memilih untuk langsung mandi, melepas pakaian, makan atau langsung tidur. Betapa komentar-komentar ibu-ibu pada forum yang sudah saya sebut di atas adalah salah satu bukti. Tahukah Anda bahwa istri Anda itu suka dengan aroma tubuh Anda? Bukan parfum yang membuat mereka nyaman, namun aroma keringat yang penuh perjuangan. Sebagian istri dalam forum tersebut berkomentar, “Aroma keringat suamiku itu yang paling bikin kangen”. Ada juga yang berkomentar, “Aku paling suka tiduran di ketiak suamiku, aroma tubuhnya itu tiada duanya, sampe suamiku bilang,”diketekin kok malah suka sih bu?”, aku cuma senyum aja”. Iniah kenapa kebiasaan kecil seperti ini jangan dianggap sepele. Banyak juga istri yang lebih suka dipeluk daripada hal-hal lain. Dengan pelukan itu, ia merasa aman, nyaman tanpa perlu sabuk pengaman.

Luangkan waktu berdua
Pasangan suami-istri yang masih baru, biasanya akan banyak sekali waktu yang diberikan untuk pasangannya. Inilah manisnya menikah diawal-awal. Masalahnya adalah kemesraan ini terkadang mulai melebar ketika sudah berlangsung beberapa bulan. Suami yang biasanya suka mendengar celoteh istri mulai sibuk menghabiskan waktu untuk alasan kerja. Lebih tidak logis lagi jika yang dijadikan alasan adalah upaya dakwahnya. Perlu disadari bahwa memberikan waktu luang untuk istri 1-2 jam sehari saja adalah termasuk dakwah terhadap keluarga. Istri butuh teman curhat. Dulu tatkala mereka sendiri, mereka sering curhat dengan sahabatnya dan sekarang Anda para suami telah membuat jarak yang cukup jauh bagi istri untuk curhat dengan sahabatnya yang dulu. Karena sejatinya sahabat barunya yaitu Anda adalah sosok yang terbaik untuk curhat. Maka buat dalam agenda sehari Anda untuk meluangkan waktu berdua dengan istri. Pangkulah ia dan lantunkan ayat-ayat Al Quran niscaya ia akan semakin nyaman.

Bawakan oleh-oleh setiap pulang
Perekonomian tiap orang memang berbeda-beda. Ada yang memang cukup, kurang atau bahkan ada yang lebih. Bagi yang diberikan kelebihan rejeki, hendaknya senantiasa membawakan istri oleh-oleh baik hanya berupa bubur kacang ijo sebungkus atau bahkan hanya sebungkus permen seharga Rp 200. Berikan itu dengan ungkapan cinta, “Aku ada oleh-oleh nih, (sambil mengeluarkan permen) kecil sih tapi kelak akan menjadi besar di surga kita”, dan istri pun mulai senyum-senyum tersipu malu.

Kunci utama
Saling pengertian adalah kunci utama kebahagiaan. Banyak sekali asatidz atau psikolog menyatakan bahwa kunci kebahagiaan dan kesejahteraan rumah tangga adalah saling mengerti satu sama lain. Proses untuk saling mengerti dan memahami ini tidaklah mudah. Perlu waktu yang cukup lama bagi sebagian orang dan perlu waktu yang singkat bagi sebagian yang lain. Semua itu akan terasa nyaman jika esensi pernikahan, tujuan pernikahan dan segala prosesnya dipahami dan memang tiada maksud lain selain untuk menggapai Ridho Allah semata.

Tinggalkan Komentar