Snack dengan Hadiah Tato Mengajarkan Anak Menjadi Preman

Produk makanan dan minuman sejatinya adalah hak MUI untuk memberikan sertifikasi halal atau haram. Namun ternyata sertifikasi itu hanya terkait dengan komposisi dan proses dari produk tersebut. Sertifikasi ini tidak berlaku untuk seperangkat produk yang lebih luas. Misalnya produk makanan anak-anak yang berhadiah. Hadiah dalam produk makanan anak-anak hendaknya diperhatikan dengan seksama. Dulu telah muncul produk makanan anak-anak yang berhadiah Tatto. Ada perman berhadiah Tatto, makanan ringan dan sebagainya. Sudah lama hadiah Tatto ini tidak ada lagi. Mirisnya, baru-baru ini Nyam-Nyam kembali hadir dengan hadiah Tato. Hadiah Tato mengajarkan anak menjadi preman.

Dalam Islam, Tatto merupakan hal yang dilarang. Para ‘ulama telah mengeluarkan fatwa seputar hukum Tatto yang semuanya senada bahwasanya Tato itu diharamkan baik yang bersifat permanen mau pun yang sementara.

Tatto termasuk hal terlarang, bahkan tergolong dosa besar. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa Allah melaknat pemberi dan peminta tatto. Bila ketika kecil anak perempuan di tatto dan ia tidak mampu menolak, maka ia tidak menanggung dosa, sebaliknya beban dosa dipikul oleh pelakunya. Sebab Allah tidak memberikan beban kepada seseorang kecuali sesuai dengan kadar kemampuannya, sedangkan anak tersebut tidak mampu berbuat. Sehingga perbuatan itu dipikul oleh pelakunya. Tetapi jika memungkinkan untuk dihilangkan tanpa menimbulkan bahaya bagi dirinya, maka sebaiknya dihilangkan. Semoga Allah memberi taufik. [Syaikh Ibnu Utsaimin, Fatawa Manarul Islam 3/829]

Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdurrohman Al Jibrin pun ketika ditanya seputar hukum Tatto yang bersifat sementara pun beliau menyatakan hukumnya sama dengan Tatto permanen.

Al-Imam An-Nawawi rohiiimahullaah mengatakan: “…Kalau mungkin dihilangkan dengan pengobatan maka wajib dihilangkan. Jika tidak memungkinkan kecuali dengan melukainya di mana dengan itu khawatir berisiko kehilangan anggota badannya, atau kehilangan manfaat dari anggota badan itu, atau sesuatu yang parah terjadi pada anggota badan yang tampak itu, maka tidak wajib menghilangkannya. Dan jikalau bertaubat ia tidak berdosa. Tapi kalau ia tidak mengkhawatirkan sesuatu yang tersebut tadi atau sejenisnya maka ia harus menghilangkannya. Dan ia dianggap bermaksiat dengan menundanya. Sama saja dalam hal ini semua, baik laki-laki maupun wanita.” [Syarh Shahih Muslim, 14/332. Dinukil pula ucapan ini dan disetujui dalam kitab ‘Aunul Ma’bud, 11/225, dan Nailul Authar, 6/228]
Ibnu Hajar rohiimahullaah mengatakan: “Membuat tato haram berdasarkan adanya laknat dalam hadits pada bab ini, … maka wajib menghilangkannya jika memungkinkan walaupun dengan melukainya. Kecuali jika takut binasa, (tertimpa) sesuatu, atau kehilangan manfaat dari anggota badannya maka boleh membiarkannya dan cukup dengan bertaubat untuk menggugurkan dosa. Dan dalam hal ini sama saja antara laki-laki dan wanita.” [Fathul Bari,10/372]
Maka dengan jelas bahwasanya hukum Tato adalah haram. Terlebih hal ini diajarkan kepada anak-anak, maka akan jadi apa anak-anak itu kelak. Mengajarkan kepada anak-anak hendaknya kebaikan-kebaikan bukan justru mengajarkan hal-hal yang tidak dibenarkan. Hadiah Tato mengajarkan anak menjadi preman termasuk yang Tato yang dihadiahkan oleh Nyam-Nyam. Hendaknya pihak produsen melakukan peninjauan ulang terhadap produknya sehingga tidak menghadirkan keresahan pada para orang tua.

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker