Sholat Zhuhurnya Muslimah di Hari Jumat, Sebelum/Setelah Sholat Jumat?

Sholat Jum’at telah disyari’atkan hanya wajib bagi kaum laki-laki. Setiap jum’atnya, laki-laki harus menghadiri sholat Jum’at dengan seksama dengan mendengarkan khutbah sebagai salah satu rukun. Lantas, bagaimana dengan perempuan, apakah sholat Zhuhurnya muslimah di hari Jumat harus menunggu sholat Jum’at selesai.

Dari Thoriq bin Syihab, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِى جَمَاعَةٍ إِلاَّ أَرْبَعَةً عَبْدٌ مَمْلُوكٌ أَوِ امْرَأَةٌ أَوْ صَبِىٌّ أَوْ مَرِيضٌ

“Shalat Jum’at itu wajib bagi setiap muslim secara berjama’ah selain empat orang: budak, wanita, anak kecil, dan orang sakit” (HR. Abu Daud no. 1067. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Problem yang hadir di masyarakat Indonesia, ada yang menganggap bahwasanya sholat Zhuhurnya muslimah di hari Jumat harus menunggu hingga para Jama’ah sholat Jum’at selesai. Asumsi ini sudah cukup tersebar di seluruh penjuru nusantara. Lantas kemudian benarkah sholat Zhuhurnya muslimah di hari Jumat apa harus menunggu sholat Jumat selesai?

Menanggapi hal ini, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz memberikan fatwa untuk memperjelas. Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz berkata, “Kapan wanita itu melaksanakan shalat Zhuhur di hari Jumat? Yaitu ketika sudah masuk waktu Zhuhur. Shalat Zhuhur wanita ini tidak ada kaitannya dengan shalat Jumat laki-laki. Jika sudah masuk waktu Zhuhur yang biasa terdengar azan Zhuhur pada waktu itu atau ditandai dengan tergelincirnya matahari ke arah barat, tentu saja hal ini dilakukan dengan melihat kondisi matahari, maka wanita boleh melakukan shalat Zhuhur ketika itu tanpa mesti mengikuti shalat Jumat laki-laki. Kalau para wanita melakukan sebelum atau sesudah iqamah shalat Jumat, selama itu sudah masuk waktu Zhuhur, maka tidaklah masalah. Intinya, shalat wanita ketika itu tidak ada kaitan sama sekali dengan shalat pria. Akan tetapi yang mesti diperhatikan adalah waktu shalat Zhuhur tadi benar-benar sudah masuk dan itu mestinya diperhatikan dengan seksama.” (Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz)

Demikianlah jawaban atas anggapan di masyarakat selama ini. Seorang muslimah jika hendak sholat Zhuhur di hari Jum’at, maka tidak perlu menunggu hingga sholat Jum’at selesai. Jika pun pada saat itu seorang muslimah sedang berada di masjid dan mendapati bahwa hari itu adalah hari Jum’at, maka sholat Jum’atnya bersama imam adalah sah.

“Wanita tidak wajib melaksanakan shalat Jum’at. Namun jika wanita melaksanakan shalat Jumat bersama imam shalat Jumat, shalatnya tetap dinilai sah. Jika ia shalat di rumahnya, maka ia kerjakan shalat Zhuhur empat rakaat. Ia boleh mulai mengerjakan shalat Zhuhur tadi setelah masuk waktu Zhuhur, yaitu setelah matahari tergelincir ke barat (waktu zawal). Dan sekali lagi dia tidak boleh laksanakan shalat jumat (di rumah) sebagaimana maksud keterangan sebelumnya. Wa billahit taufiq. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”

Fatwa di atas ditandatangani oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz selaku ketua, Syaikh ‘Abdur Rozaq ‘Afifi selaku wakil ketua, Syaikh ‘Abdullah bin Ghudayan selaku anggota dan Syaikh ‘Abdullah bin Qu’ud selaku anggota.

Source: Muhammad ‘Abduh Tuasikal dalam Rumaysho.com

Pos terkait