Protap Ambulan Harus Diislamkan Agar Tidak Terjadi Seperti Ini

Kepala Puskesmas tertangkap basah berbuat mesum bersama perawat dalam ambulan. Disangka sudah aman, ambulan diparkirkan dan adegan dewasa pun terjadi. Tindakan tidak bermoral ini akhirnya ditindak secara hukum.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kalianda Yuristia Akuan memvonis kepala puskesmas Ha (42) dan perawat No (32) dengan hukuman 9 bulan penjara. Keduanya terbukti melakukan perbuatan asusila dan melanggar KUHP pasal 284. Vonis hakim ini sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum.

“Terdakwa Ha dinyatakan sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 284 ayat (1) huruf a KUHP. Begitu juga dengan No, bersalah melanggar pasal 284 ayat (1) huruf b KUHP, tentang perzinahan,” kata Ketua Majelis Hakim PN Kalianda Yuristia Akuan, dalam sidang pembacaan vonis di PN kalianda, Lampung Selatan, Senin (2/3/32015).

Usia persidangan, Penasehat Hukum kedua terdakwa yakni Bakti Utama, menyatakan dirinya pikir-pikir lebih dahulu. “Ya, kami berikan kesempatan lah kepada kedua terdakwa untuk pikir-pikir lebih dahulu,” katanya dikutip dari Lampost.co.

Sebelumnya diberitakan Ha yang merupakan warga Desa Sukamaju, Kecamatan Natar, bersama No warga Desa Kalirejo, Kecamatan Palas ditangkap warga karena berduaan di dalam mobil ambulans yang diparkir di lintas Sumatera dekat SPBU Batupuru, Natar, pada 30 Mei 2014.

Ha yang merupakan seorang kepala puskesmas di salah satu desa di Natar ini diketahui melakukan perzinahan di dalam mobil ambulans bersama perawatnya, No.

Menyikapi hal ini, Protap terkait operasional ambulan harus diperbaiki. Selama ini baik RS pemerintah mau pun swasta tidak begitu memerhatikan bagaimana Islam menjaga kehormatan manusia. Hendaknya ketika melakukan pengiriman pasien atau jenazah, tidak menugaskan perawat perempuan dengan sopir lelaki. Atau menyertakan perempuan dalam tim perujuk pasien yang mayoritas lelaki. Islam melarang untuk terjadinya percampuran antara lelaki dan perempuan. Ketika tim perujuk pasien terdiri dari lelaki dan perempuan, maka setelah pasien telah dirujuk tersisalah mereka berduaan dalam mobil menuju RS perujuk.

“Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir melakukan safar (bepergian) selama satu hari satu malam yang tidak disertai mahramnya.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya ia mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “Janganlah seorang wanita melakukan safar kecuali bersama mahramnya dan janganlah seorang laki-laki masuk menjumpainya kecuali disertai mahramnya.” Kemudian seseorang bertanya : “Wahai Rasulullah ! Sungguh aku ingin keluar bersama pasukan ini dan itu sedangkan istriku ingin menunaikan haji.” Maka bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : “Keluarlah bersama istrimu (menunaikan haji).” (Dikeluarkan hadits ini oleh Muslim dan Ahmad)

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker