Pemerintah Kanada Cabut Larangan Muslimah Bercadar

0
Zunera Ishaq, muslimah bercadar yang berani menantang pemerintah Kanada yang melarang cadar ke pengadilan.

Pemerintah Kanada pada Selasa (15/9/2015) lalu kehilangan minatnya untuk melarang para muslimah bercadar tetap mengenakan cadarnya. Hal ini sebagai pertanda bahwa wajah wanita Muslim boleh ditutup ketika mereka dilantik sebagai warga negara Kanada yang baru.

Kanada memberlakukan larangan cadar sejak tahun 2011. Perdana Menteri, Stephen Harper pernah mengatakan bahwa menutupi wajah (muslimah bercadar) saat mengucap sumpah kewarganegaraan adalah “bukan cara kami dalam melakukan hal itu di sini”.

Dia menekankan kembali larangan muslimah mengenakan cadar di Kanada pada awal tahun ini seperti dirilis Muslimnews.co.uk (16/9/2015).

“Ini (bercadar) merupakan tindakan penghinaan, seseorang menyembunyikan identitas mereka disaat mereka berkomitmen untuk bergabung dengan keluarga Kanada,” kata Harper.

Sebelumnya, sebuah gugatan diajukan terkait pelarangan muslimah bercadar. Namun pemerintah mengajukan banding ke pengadilan.

Seorang muslimah bercadar yang taat, Zunera Ishaq adalah sosok muslimah pemberani yang mengajukan perkara ini ke pengadilan. Ia pindah dari Pakistan ke Kanada pada 2008 mengikuti suaminya. Ishaq memang setuju jika cadar dilepas hanya saat melakukan tes tertulis namun ia menolak jika harus melepas cadar di depan umum saat melakukan sumpah kewarganegaraan.

Hakim Keith Boswell mengatakan bahwa larangan pemerintah tentang muslimah bercadar bertentangan dengan Undang-Undang Kewarganegaraan yang menjamin kebebasan beragama.

Selama sidang yang berlangsung setengah hari tersebut, pemerintah tiba-tiba berbalik haluan dan mengatakan bahwa mereka tidak pernah bermaksud mewajibkan para muslimah bercadar untuk melepaskan cadarnya.

Di luar gedung persidangan, Ishaq pun berkomentar singkat.

“Jika itu (larangan cadar) tidak diwajibkan, saya hanya akan mengatakan, mengapa mereka (pemerintah) berjuang untuk itu (melarang cadar)?” kata Ishaq seperti dilaporkan CTV.

“Biarkan saya pergi!.” tutup Ishaq.

Source: Muslimnews.co.uk
Ed: Destur

Tinggalkan Komentar