Pahala Menghindari Perdebatan, Dibangunkan Rumah di Surga

0
Barangsiapa meninggalkan perdebatan ketika ia bersalah, maka Allah membangunkan baginya rumah di surga bagian bawah, barangsiapa yang meninggalkan perdebatan ketika ia benar, maka Allah membangunkannya rumah di pertengahan surga.

Berdebat merupakan salah satu karakter yang tidak disukai dalam Islam. Menghindari perdebatan┬átentu akan lebih baik untuk menjaga diri agar tidak terjerumus ke dalam perilaku kasar. Sebagian salaf berkata, “Barangsiapa suka berdebat dan bertengkar dengan saudaranya, berkuranglah keluhuran budinya dan hilanglah kemuliaannya.”.

Dalam sebuah shohih disebutkan keutamaan-keutamaan menghindari perdebatan. Tentu hadiah yang dijanjikan oleh Allah untuk sebuah perbuatan baik adalah amat mulia. Hadits berikut ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Syaikh Albani dalam Shohihut Targhib wa At Tarhib.

Diriwayatkan dari Abu Umamah Al Bahili rodhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa meninggalkan perdebatan ketika ia bersalah, maka Allah membangunkan baginya rumah di surga bagian bawah, barangsiapa yang meninggalkan perdebatan ketika ia benar, maka Allah membangunkannya rumah di pertengahan surga dan barangsiapa yang berakhlak mulia maka Allah membangunkan untuknya rumah di surga paling atas.”

Kholid bin Zaid bin Muawiyah Al Umawi berkata, “Jika seseorang suk aberdebar, ngotot dan mengagumi idenya sendiri maka sempurnalah kerugiannya.”

Hasan Al Bashri berkata, “Jauhilah perdebatan karena perdebatan adalah saat bodohnya orang berilmu dan alat setan untuk mencari kesempatan menggelincirkannya.”

Nasihat untuk para muslimah, menghindari perdebatan itu sebuah kemuliaan. Isham bin Muhammad Asy Syarif dalam kitabnya Silsilatul Mar-atush Sholihah menyebutkan bahwa barangkali motivasi yang mendorong wanita berdebat adalah ingin terlihat menonjol di antara teman-temannya. Tampak menonjol dengan kepintaran, kelebihan dirinya atau dengan merendahkan orang lain. Semua ini menghapuskan amal sholih karena niat yang rusak dan amalan yang tidak dimaksudkan untuk mencari ridho Allah ta’ala.

Wanita sholihah sangatlah jauh dari smeua itu karena ia mengharapkan ridho Allah dan pahala di akhirat kelak.

Source: Isham bin Muhammad Asy Syarif, Panduan Tarbiyah Wanita Shalihah Hal. 434-435, Al Qowam
Ed: Destur

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.