Luka Ulkus Dekubitus, Komplikasi Stroke atau Lumpuh

0

Luka berbentuk lubang biasanya muncul pada orang yang harus istirahat total di kasur. Luka ini paling banyak dialami oleh penderita Stroke atau kelumpuhan. Awalnya hanya berwarna merah namun kemudian membentuk luka kecil yang akhirnya berlubang berwarna kehitaman. Luka Ulkus Dekubitus, adalah nama dari luka yang timbul akibat tekanan yang berlangsung lama pada bagian tubuh tertentu. Kerusakan kulit ini terjadi akibat kekurangan aliran darah dan iritasi pada kulit yang menutupi tulang yang menonjol, dimana kulit tersebut mendapatkan tekanan dari tempat tidur, kursi roda, gips, pembidaian atau benda keras lainnya dalam jangka panjang.

Luka Ulkus dekubitus paling sering terjadi pada bagian yang terdapat tonjolan tulang di situ. Lokasi Ulkus biasa ditemukan di siku, tumit, pinggul, pergelangan kaki, bahu, punggung dan kepala bagian belakang.

Luka Ulkus Dekubitus terjadi akibat rusaknya jaringan kulit karena aliran darah tidak lancar. Posisi terlentang atau miring yang terlalu lama dapat memberikan beban berlebih pada bagian tulang yang menonjol. Akibatnya bagian tersebut tidak mendapatkan nutrisi yang dikirim melalui aliran darah. Jika berlangsung hingga berhari-hari, jaringan kulit dapat mengalami kematian sel.

Resiko tinggi munculnya luka ulkus dekubitus, terjadi pada:

  1. Penderita kelumpuhan, sangat lemah, dipasung
  2. Orang-orang yang sudah mengalami gangguan sistem persyarafan. Normalnya, luka ulkus akan terasa nyeri sebelum terjadinya. Bagian tubuh yang tertekan lama, secara otomatis syaraf akan menginfokan untuk segera berpindah posisi. Namun karena syarafnya sudah terganggu, maka kondisi tersebut tidak terasa lagi. Kerusakan saraf yang semisal cedera kepala, stroke, diabetes dan koma bisa menyebabkan berkurangnya kemampuan untuk merasakan nyeri.
  3. Pasien yang mengalami kekurangan gizi (malnutrisi) tidak memiliki lapisan lemak sebagai pelindung dan kulitnya tidak mengalami pemulihan sempurna karena kekurangan zat-zat gizi yang penting. Pasien tampak kurus dan tulangnya menojol di mana-mana.
  4. Konsisi kasur yang terlalu keras, lipatan selimut atau kondisi lembab pada kasus juga berpotensi mempercepat terjadinya luka ulkus dekubitus.

Derajat luka pada luka ulkus dekubitus:

    1. Stadium 1: luka ulkus dekubitus masih pada fase awal, warna kulit berbeda dengan bagian tubuh lainnya.
    2. Stadium 2: Kulit mulai memerah dan terasa panas.
    3. Stadium 3: Luka ulkus dekubitus mulai muncul kecil pada bagian kulit luar.
    4. Stadium 4: Jika dibiarkan, luka ulkus dekubitus akan menembus kulit lebih dalam dan lapisan lemak, sampai ke otot.
    5. Stadium 5: Jika masih dibiarkan, dapat terjadi kerusakan otot
    6. Stadium 6: Infeksi dapat menjalar hingga ke tulang. Bebetapa pasien ada yang baru datang ke RS ketika luka ulkus dekubitus miliknya sudah tampak tulangnya.

 

Tindakan pencegahan luka ulkus dekubitus

  1. Mengubah posisi minimal setiap 2 jam sekali. Bagi orang yang dapat merasakan nyeri, jika sudah terasa panas pada bagian tubuh tertentu, langsung pindah posisi. Bagi orang yang sudah tidak dapat bergerak sendiri karena lumpuh atau stroke, ubah posisi dengan miring kanan – terlentang – miring kiri. Lakukan secara bergantian dengan pola tersebut tiap 2 jam sekali.
  2. Berikan alas pada bagian tubuh yang terdapat tonjolan tulang seperti pinggul, siku, tumit kaki dengan bantal atau bahan lembut lain.
  3. Konsumsi makanan dengan gizi yang seimbang
  4. Rajin mandi agar kuman tidak menjadi pendukung mempercepat terjadinya luka ulkus dekubitus.

Jika sudah terjadi luka ulkus dekubitus
Luka yang masih awal berbentuk luka kecil, tidak perlu risau, bisa sembuh sendiri asal tindakan pencegahan dilakukan dengan baik. Terjadinya luka itu pasti karena tindakan pencegahan tidak dilakukan dengan benar.

Luka yang sudah mulai berbentuk lubang, bersihkan dengan NaCl setiap hari lalu tutup dengan kassa steril. Bila perlu gunakan Sofratulle agar luka lebih cepat sembuh.

Luka yang sudah berbentuk lubang berwarna hitam. Bawa ke pelayanan medis terdekat utuk dilakukan debridemen atau membuang jaringan kulit yang sudah mati. Debridemen dilakukan untuk memberikan ruang pada jaringan baru untuk tumbuh.

Luka ulkus dekubitus yang sudah sampai kehilangan jaringan kulit, akan dilakuakn cangkok kulit. Ini dilakukan jika luka ulkus sudah menginfeksi secara luas dan dalam. Mencegah tetap jauh lebih baik dan murah daripada mengobati.

Tinggalkan Komentar