Kumpulan Cara Orang Tua Mendidik Anak Menjadi Calon Pembohong

Seorang anak Suriah sedang menangis di tengah reruntuhan gedung akibat serangan militer syiah

Tidakkah kita ingat tatkala orang tua kita membersamai kita di masa kecil. Tentu masa-masa itu cukup berarti bagi sebagian orang namun tidak bagi sebagian yang lain. Terang saja, ada sebagian dari kita yang sejak lahir telah ditinggal pergi oleh salah satu atau keduanya. Sebagian lain di antara kita hidup jauh dari mereka yang sibuk mencarikan kita sesuap nasi. Masing-masing memiliki kisah tentang cara orang tua mendidik anak.

Cara orang tua mendidik anak amat beragam. Ada yang mendidik dengan landasan agama, ada pula yang lebih menekankan kapasitas ilmu di luar ilmu agama. Sebagian lebih memiliih untuk mengajari mengaji terlebih dahulu agar dapat menyaring ilmu lain, tapi ada juga yang lebih memilih mengundang guru privat matematika, bahasa inggris atau semisalnya bagi anak. Lantas, mana cara yang benar untuk mendidik anak semenjak kecil? Tentu tarbiyah nabawiyah adalah yang paling jitu.

Muat Lebih

Agama tidak akan lepas dari kehidupan manusia. Manusia tanpa agama tak ubahnya hewan. Hewan tidaklah beragama sehingga mereka tidak begitu berpikir akan bagaimana menjadi seorang makhluk yang terbebas dari jerat kesesatan. Maka secara bijak, ilmu agama sejak kecil adalah modal awal bagi anak untuk menghadapi fase tumbuh kembang. Ketahuilah, anak yang sejak kecil terpapar ilmu Al Quran, akan lebih unggul dalam materi pelajaran ketika ia sekolah daripada anak yang sejak kecil hanya ditekankan untuk sekolah. Komponen Al Quran akan menyusun sel-sel otak sehingga dapat lebih tertata. Masih ingatkah kita dengan eksperimen seorang ilmuan Jepang yang meneliti pengaruh bacaan Al Quran terhadap air? Ya, komponen tubuh kita yang terbesar adalah air.

Jika orang tua kurang memiliki bekal agama yang cukup untuk mencetak generasi unggul, maka terkadang ada tindakan yang justru membuat anak menjadi calon perusak. Misalkan saja kalimat-kalimat yang orang tua ucapkan untuk menenangkan anak agar tidak menangis. Sebagian besar orang tua akan menyampaikan kebohongan yang cukup lucu jika kita ingat semasa kecil kita.

Berikut ini beberapa contoh kalimat yang biasa diucapkan orang tua saat menenangkan anak yang sedang menangis:

  1. Jangan nangis sayang, nanti kalau nangis giginya hilang satu!
  2. Cup cup cup, mana yang sakit sini, sim salabim sembuh (sambil ditiup), tuh kan gak sakit lagi. Anak pun lalu percaya dan tidak menangis, padahal lukanya masih berdarah-darah.
  3. Eit, gak boleh nakal, kalau nakal nanti disuntik pak Dokter
  4. Loh kok nangis, ia nanti dibelikan tapi jangan nangis, lihat tuh ada pak Dokter, nanti di suntik.
  5. Ingat, boleh ikut ke pasar tapi gak boleh minta macam-macam atau nanti disunatin pak Dokter (lagi-lagi pak Dokter jadi kambing hitam ^_^ )
  6. Ayo makannya dihabisin, nasinya kalau sisa nanti bisa nangis loh.
  7. Jangan nangis lagi dong adek, tuh ada mobil Jeep hitam, awas itu mobilnya culik, ntar diculik kalau masih nangis.
    dan lain-lain

Sadarkah kita, ternyata membohongi anak bukanlah cara yang santun dalam dunia parenting. Mari menjadi orang tua yang cerdas dan mewariskan kecerdasan kepada anak, bukan mengajarinya untuk menjadi pembohong.

Pos terkait