Kisah Muadzin 82 Tahun yang Tetap Merdu

Betapa nikmatnya ketika umur panjang dan diberikan keistiqomahan untuk beribadah. Banyak di antara kita mungkin menganggap wajar ketika melihat orang yang pada usia rentanya lebih banyak meluangkan waktu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Namun tidak banyak orang yang diberikan kesadaran diri sejak usia muda hingga usia sepuhnya untuk tetap mendekatkan diri kepada Allah. Demikianlah kisah Muadzin 82 tahun yang suaranya tetap merdu. Beliau adalah kakek Marzuki.

Kakek Marzuki telah memulai tributnya sebagai seorang Muadzin sejak 1951. Kala itu, belum ada teknologi secanggih sekarang. Kini sudah ada speaker dan listrik sehingga suara dapat terdengar secara luas.

Dulu ketika mau adzan, muadzin harus naik ke menara. Demikianlah yang dilakukan oleh Muadzin 82 tahun ini setiap harinya dalam 5 waktu. Kakek Marzuki menuturkan bahwa beliau mulai mengumandangkan adzan pertama kali di masjid sekitar rumah.

Kakek Muadzin 82 tahun ini berasal dari Tanjung Edi Sidorejo Gresik. Di tempat itu pula beliau menikah dengan istri pertama. Setelah berselang beberapa tahun, beliau memutuskan untuk berpisah.

Kemudian beliau menikah lagi dan dikaruniai 3 orang anak dari istri beliau. Namun malangnya, istri beliau meninggal  karena penyakit yang diderita yaitu diabetes dan kanker payudara.

Sebagai Muadzin 82 tahun yang tetap merdu, tentu beliau memiliki tips-tips untuk mempertahankan suara merdu beliau. Tips beliau menjaga stamina adalah selalu mengonsumsi Habbatus Sauda’ setiap hari. Selain itu, beliau juga mengonsumsi madu satu sendok tiap hari setelah makan dan diminum dengan dicampur susu. Beliau juga mengedepankan makanan yang bukan hanya halal tapi juga thoyyib. Bagi seseorang baik tapi bagi orang lain belum tentu baik karena penyakit dan lain-lain. Kakek Marzuki pun tawakkal kepada Allah dan selalu berusaha semaksimal mungkin. Berserah diri kepada Allah atas segala ketetapan-Nya.

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker