Kiamat Kian Dekat, Ilmu Diangkat dan Banyak Orang Bodoh

0

Kiamat kian dekat sehingga kini tampak kebodohan dimana-mana. Baik orang miskin mau pun orang kaya, baik pejabat mau pun rakyat jelata. Kebodohan menjadi tanda bahwa kiamat kian dekat. Banyak orang berkata tanpa ilmu, berperilaku tanpa ilmu dan beribadah pun tanpa ilmu. Banyak kasus terjadi menimpa negeri ini. Pelecehan yang sejatinya didasari karena kebodohan pun sering terjadi.

Munculnya Islam Nusantara, tanda kebodohan seseorang terhadap agamanya. Intelektualitas yang dibangun bukan atas dasar iman, menghasilkan generasi bodoh. Bodoh itu ketika seseorang mempelajari sesuatu tapi salah dalam hal niat, proses belajar hingga cara mempraktikkan ilmu itu.

Kebodohan menjadi salah satu tanda kiamat kian dekat. Di media sosial tersebar beragam video yang menunjukkan kebodohan umat masa ini. Apa bisa dikatakan lumrah ketika anak-anak pesantren melantunkan sholawat sembari diiringi lagu dangdut dan mereka bernyanyi di atas panggung dengan berjoget striptis.

Tidak kalah bodoh lagi adalah ketika banyak tokoh-tokoh agama yang dianggap paham agama di kalangan kaum muslmin, menyatakan semua agama itu sama. Mereka menyampaikan persatuan antar umat beragama di mimbar-mimbar gereja. Mereka menyerukan loyalitas terhadap kaum yang memusuhi kaum muslmin. Hingga pada suatu ketika mereka telah melampaui batas dengan bersedia menjaga acara kebaktian musuh mereka. Padahal dalam sejarah kaum muslimin, belum pernah mereka menjaga acara pengajian di masjid.

Bodoh, penguasa layaknya kerbau dungu yang dicocok hidungnya. Hukum Allah dijauhkan dan diganti dengan hukum buatan manusia yang zalim. Esensi Tauhid mulai tergerus. Hingga orang-orang yang melaksanakan sholat 5 waktu di masjid, rajin puasa sunnah, rajin sholat tahajud, bercadar, berjenggot disebut dengan sebutan yang seolah mereka semua adalah penjahat.

Tapi ingatlah ketika masjid dibakar oleh sekelompok penyembah patung. Mereka mendapatkan tempat mulia dengan diundang ke kediaman sang raja yang diktator. Ada apa gerangan? Ya, sudah pasti ada apa-apa.

Rosulullah shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya menjelang datangnya hari kiamat, akan ada beberapa hari dimana kebodohan turun dan ilmu dihilangkan” (HR. Bukhori)

Dalam hadits┬álain, Rosulullah shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari para hamba, akan tetapi Allah mencabut ilu dengan mewafatkan para ulama” (HR Bukhori dan Muslim)

Hadits tersebut menjelaskan bahwa para orang berilmu akan meninggal dan manusia menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemutus hukum yanng memberikan hukuman dengan kebodohan mereka sehingga mereka sesat dan menyesatkan.

Abdullah bin Mas’ud berkata:
“Al Quran akan dicabut dari pundak-pundak kalian. Ia akan diangkat pada malam hati sehingga ia pergi dari kerongkongan orang-orang. Maka tidak ada yang tersisa darinya di bumi sedikit pun.”

Menyikapi kebodohan yang makin merajalela sebagai tanda kiamat kian mendekat, Ibnu Taimiyyah rohimahullah berkata, “Diakhir zaman, (Al Quran) dihilangkan dari mushhaf dan dada-dada (manusia), maka tidak ada yang tersisa satu kata pun di dada-dada manusia, demikian pula tidak ada yang tersisa satu huruf pun dalam mushhaf.” (Majmu’ Fatawa)

Jelaslah bahwa kita berada di akhir zaman. Dimana pemimpin-pemimpin negeri ini dihuni oleh para orang dungu. Mereka berbuat korupsi, kecurangan, kerusakan dan paling fatal adalah berhukum dengan selain hukum Allah. Mereka luluh-lantakkan orang-orang ‘alim yang menyerukan untuk kembali kepada Allah. Mereka memburu, memenjarakan hingga membunuh mereka di jalan, di penjara hingga di Masjid Allah yang suci.

Kiamat kian dekat, dan kebodohan akan merebak. Sudahkah saatnya kini Al Mahdi hadir untuk menjadi penengah. Atau kini saatnya pasukan panji hitam untuk segera hadir menyambut kejayaan Islam di akhir zaman.

Perlu diingat bahwa sistem yang berlaku di era ini, semuanya mengarah kepada satu sistem yang disebut sistem Dajjal. Wajarlah jika kezaliman yang ada bersatu-padu memberangus musuh yang satu yaitu umat Islam. Anda masih merasa sebagai seorang muslim? Bangunlah dan lawan kebodohan!

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.