Jangan Remehkan Sadari (Pemeriksaan Payudara Sendiri)

Deteksi terhadap kanker Payudara hendaknya dilakuakn sedini mungkin. Tentu Anda tidak ingin kehilangan Payudara yang oleh karenanya Anda tidak dapat memberikan ASI kepada anak Anda dengan baik. Kanker Payudara tentu dapat diatasi dengan baik jika kasusnya tidak terlambat. Banyak dari kita terlalu meremehkan penyakit yang sehingganya baru diobati setelah penyakit itu semakin parah. Sadari (pemeriksaan payudara sendiri) adalah langkah awal untuk segera mengatasi kelainan pada Payudara Anda. Ingat bahwa kanker Payudara tidak menyerang hanya pada wanita saja. Sadari juga perlu dilakukan pada laki-laki.

Dalam melakukan Sadari (pemeriksaan payudara sendiri), perlu diperhatikan bahwa sebagai muslim diwajibkan untuk menjaga aurot. Maka ketika melakukannya, kondisi ruangan harus terjaga. Dilain sisi, meskipun manusia tidak dapat melihat, masih ada bangsa jin. Bangsa jin dapat melihat aurot manusia jika saat melepaskan pakaian, sang manusia tidak membaca doa. Oleh karenanya, selalu bacalah do’a-do’a saat membuka pakaian atau saat masuk toilet karena do’a tersebut dapat memberikan tabir agar mata jin tidak dapat melihat aurat kita.

Menurut Meetdoctor, Sadari (pemeriksaan payudara sendiri) dapat dilakukan secara rutin pada waktu-waktu tertentu. Waktu untuk melakukan Sadari (pemeriksaan payudara sendiri) misalkan pada 7-10 hari setelah hari pertama menstruasi.

Ada beberapa cara untuk melakukan Sadari (pemeriksaan payudara sendiri) di rumah, salah satunya sebagai berikut:

  1. Setelah melepas pakaian bagian atas, menghadaplah ke cermin.
  2. Lalu posisikan tubuh berdiri tegak. Perhatikan bentuk dan ukuran payudara, apakah ada kelainan yang mencolok seperti benjolan yang tidak normal. Kulit payudara juga diperhatikan seksama, apakah ada tanda-tanda mencurigakan seperti ruam berwarna merah atau perbedaan mencolok dari warna kulit Anda. Tentunya yang selain tanda lahir.
  3. Busungkan dada dengan cara meletakkan tangan di pinggang. Perhatikan sisi kanan dan kiri payudara, apakah ada hal yang tidak wajar.
  4. Periksa pula bagian puting. Perhatikan warna, bentuk dan tonjolannya. Jika tidak menonjol maka dapat dilakukan terapi sendiri agar menonjol. Pastikan tidak ada kondisi yang mencurigakan seperti warnanya kemerahan dan nyeri. Bisa juga termasuk ciri kanker payudara adalah keluarnya cairan putih, kuning atau bahkan merah. Cara mencari tahu ada atau tidaknya cairan yang keluar dari puting adalah dengan menekan ke dalam pada bagian Areola (bagian di sekitar puting) menggunakan jari telunjuk dan jempol. Jika tidak ada maka aman.
  5. Pemeriksaan adanya benjolan atau tidak pada payudara, dilakukan dengan diraba. Payudara kanan diraba dengan tangan kiri dan sebaliknya. Perabaan dilakukan dengan jari-jari dengan teliti dan sedikit ditekan. Jika tidak terasa benjolan baik terasa nyeri atau tidak, maka aman. Tapi jika menemukan adanya benjolan maka segeralah periksakan ke dokter. Saat memeriksa, dapat digunakan pula minyak zaitun atau minyak ikan sehingga permukaan payudara lebih licin lebih mudah. Rabaan dapat dilakukan dari atas ke bawah, dari bawah ke atas, dari samping dan gerakan memutar. Teknik rabaan ini bisa dilakukan sambil berdiri atau berbaring.

ciri-ciri adanya kanker payudara

Satu hal yang pasti dan harus diperhatikan dengan seksama. Jika Anda menemukan adanya kondisi kelainan pada bagian payudara setelah melakukan pemeriksaan ini, segeralah periksakan ke dokter. Ingat, wanita hendaknya ke dokter wanita dan pria ke dokter pria. Aurat harus tetap dijaga, kecuali dalam kondisi sangat darurat.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker