Jangan Asal Memanggil Suster, Ini Alasannya!

Senyumperawat.com – Sebutan suster biasa disematkan kepada perawat perempuan. Di dalam dunia kesehatan, istilah ini sudah menjadi paradigma umum bahwasanya setiap perawat perempuan pasti dipanggil dengan sebutan suster. Baik di RS pemerintah mau pun swasta, baik RS Islam mau pun RS Kristen. Ternyata panggilan “Suster” tersebut kurang tepat jika disematkan terhadap perawat non-Muslim.

Pada dasarnya, menurut Wikipedia, sebutan suster merupakan sebutan lain dari biarawati. Tentu dalam Islam sebutan ini kurang tepat pula. Suster atau sister diartikan sebagai saudara perempuan. Maka sebagai seorang muslim, tidak patut menyebut orang di luar agamanya sebagai saudara. Hal ini didasari pada ayat Al Quran bahwasanya hanyalah sesama muslim yang bersaudara.

إِنَّمَا الْمًؤْمِنُوْنَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوْا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوْا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah kedua saudara kalian, dan bertakwalah kalian kepada Allah supaya kalian mendapatkan rahmat. (QS al-Hujurat [49]: 10)

Jadi sudah jelas, siapa yang bisa disebut dengan saudara dan siapa yang tidak patut disebut saudara. Hal ini dikomentari oleh salah satu dewan majlis komisi fatwa Lajnah Da-imah, Syaikh Bakr Abu Zaid.

Lafazh ini dalam bahasa inggris (suster) berarti saudara perempuan. Apakah orang kafir itu saudara bagi orang muslim? Seorang muslim harus mencukupkan pada lafazh “perawat” dan tidak menghinakan diri, padahal Allah telah memuliakannya dengan Islam. (Syaikh Bakr Abu Zaid)

Penyebutan suster terhadap perawat muslim pun dirasa kurang tepat. Seperti disebutkan dalam Wikipedia bahwa sebutan suster adalah istilah lain dari biarawati.

Biarawati dalam agama Katolik adalah perempuan yang tergabung dalam suatu tarekat atau ordo religius. Di Indonesia para biarawati biasanya dipanggil suster (Belanda: zuster, saudara perempuan). Para suster biasanya bekerja di bidang pendidikan (formal dan nonformal), kesehatan, dan pelayanan sosial di lingkungan gereja atau masyarakat umum seperti suster-suster CB, SSPS, JMJ, SMSJ, SND, PRR, dsb).

Ada juga pada beberapa tarekat religius biarawati yang mengkhususkan kepada pelayanan religius melalui doa (dalam gereja Katolik dikenal dengan biara suster kontemplatif) seperti suster-suster Ordo Karmel Tak Berkasut (OCD) dan Suster SSPS Adorasi Abadi.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker