Intubasi Endotrakea dalam Tindakan Emergency

0

Intubasi Endotrakea adalah proses pemasangan pipa endrotrakhea/Endrotracheal Tube (ETT) untuk mengefisiensikan ventilasi udara menuju paru-paru. Tujuan dilakukannya Intubasi Endotrakea pada pasien adalah menjamin jalan nafas dan memudahkan ventilasi udara. Intubasi Endotrakea biasa dilakukan selama pasien dalam kondisi tidak sadar baik disengaja seperti anestesi untuk kepentingan operasi. Pasien koma atau yang diindikasi memiliki masalah saturasi oksigen di ruang ICU dan juga pasien yang mendapatkan penanganan RJP (Resusitasi Jantung Paru).

Intubasi Endotrakea dapat dilakukan melalui Orotrakhea dan juga Nasotrakhea. Dalam melakukan Intubasi Endotrakea, diperlukan keahlian khusus. Keahlian ini didapatkan dengan pelatihan-pelatihan BTCLS, Anestesi atau semisalnya.

  1. Alat-alat yang diperlukan dalam tindakan Intubasi Endotrakea antara lain:
  2. Pipa endo trakhea (ETT)
  3. Laringoskop
  4. Stylet
  5. Anestetika topikal (“spray”)
  6. Alat-alat dan obat resusitasi
  7. Asisten

Proses Intubasi Ensotrakea dapat menjadi sangat sulit dalam beberapa kondisi. Berikut ini beberapa kondisi yang menjadi penyulit saat tindakan Intubasi Endotrakea:

  1. Anatomi: leher pendek, mulut sempit
  2. Kongenital: mikrognathi, Palatoschizis dll
  3. Neoplasma: papiloma, Struma
  4. Endokrin: obesitas, Struma
  5. Trauma

Selain itu, setelah ETT terpasang pun dapat terjadi hal-hal yang membuat Intubasi ETT menjadi sulit, diantaranya:

  1. Sumbatan jalan nafas akibat pipa tergigit, pipa tertekuk atau pipa tersumbat
  2. Rupter trakhea
  3. Aspirasi isi lambung
  4. Pipa salah masuk
  5. Kolap trakhea
  6. Aspirasi isi lambung
  7. Obstruksi jalan nafas
  8. Edema glotis
  9. Paralisis pita suara
  10. Fibrosis larings, trakhea
  11. Infeksi

Intubasi Endrotrakea (Intubasi ETT) hanya dilakukan ketika kondisi darurat saja. Hal ini dikarenakan komplikasi yang dapat ditimbulkan saat pemasangan ETT. Oleh karenanya tindakan ini tidak sembarangan. Berikut ini beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat Intubasi ETT:

  1. Trauma: bibir, gigi, lidah dll
  2. Aspirasi: isi lambung, benda asing
  3. Pipas salah masuk ke esofagus
  4. Pipa masuk bronkhus
  5. Hipoksia sehingga terjadi hiperkarbia

Teknik pemasangan ETT (Intubasi Endotrakhea)

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.