Hal yang Wajib Orang Tua Lakukan Agar Anak Aman Bermain

0
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (HR. An-Nasa’i)

Aspek yang perlu diperhatikan orang tua dalam menemani anak bermain amatlah banyak. Beberapa diantaranya akan dibahas dalam tulisan ini. Setidaknya ada 4 aspek penting yang wajib orang tua lakukan agar anak aman bermain. Aspek pemilihan, pengawasan, pemeliharaan dan tentu penyimpanan.

Menjadi orang tua yang bijak adalah tidak melarang anak untuk bermain dan tentu tidak membiarkan begitu saja selama anak bermain. Sebagai seorang muslim yang baik, aspek edukasi harus ditinjau dari 2 sisi yaitu sisi agama dan sisi stimulasi tumbuh kembang. Tidak semua permainan yang menunjang stimulasi tumbuh kembang itu sesuai dengan agama, sehingganya kita patut untuk memilah-milah. Namun sejauh ini, berdasarkan kurikulum pendidikan dan kesehatan di Indonesia, semua itu sudah dikemas dengan memperhatikan aspek budaya yang berlaku di negara ini.

Mari kita telaah satu per satu aspek penting dalam perlu diperhatikan dan dilakukan dalam permainan anak.

Pemilihan mainan
Mainan yang diberikan kepada anak hendaknya aman. Aman dalam hal ruhiyah dan jasmaniyah. Aman secara ruhiyah adalah tidak membuat anak menjadi kehilangan jati diri sebagai muslim. Misalkan mainan yang mengajarkan kepada kesyirikan, misalnya tongkat sihir. Mainan tongkat sihir memang aman secara jasmaniyah tapi tidak aman secara ruhiyah. Mempraktekkan kebiasaan-kebiasaan sebagai tukang sihir, atau bahasa Indonesianya lebih dikenal sebagai dukun, dapat mempengaruhi psikis anak untuk menerima pekerjaan tercela tersebut. Aman secara jasmaniyah tentunya tidak membuat cedera fisik. Maka orang tua wajib memilihkan mainan yang aman ruhiyah dan jasmaniyah buat si kecil.

Supervisi (pengawasan)
Pengawasan secara intens untuk memantau stimulasi di luar yang tidak diinginkan. Ketika anak bermain di luar rumah, maka stimulus yang masuk amat beraneka ragam. Jika Anda hidup di lingkungan Islami, maka insya Allah stimulus yang masuk ke anak juga bisa lebih terjaga. Namun ketika lingkungan sekitar cukup bebas, maka ketika anak pulang, tugas orang tua untuk membersihkan noda-noda dalam hati dan otak anak. Hal ini sangat penting karena ketika sudah terekam kuat dalam memori anak dan tidak ada upaya untuk menutupi bahkan menggantinya dengan stimulus yang baik dari orang tua, maka akan berakibat pada perilaku anak. Memori tersebut tiba-tiba dapat terbuka dengan berbagai macam rangsangan yang diterima. Sama halnya dengan permainan yang bersifat fisik seperti mainan. Cukup banyak beredar di Facebook tentang anak yang meninggal karena bermainan kabel charger hingga tersetrum. Ada juga anak yang kehilangan tangan dan kaki karena bermainan petasan. Maka peran orang tua dalam hal pengawasan amatlah penting.

Pemeliharaan (maintenance)
Terkait permainan fisik, bakteri dan kuman berada di mana-mana. Pemeliharaan yang kurang baik terhadap mainan anak akan berimbas pada banyaknya paparan penyakit yang akan diterima si kecil.

Penyimpanan (storage)
Menyimpan barang-barang berbahaya dari jangkauan anak-anak tentu aspek penting di dalam menjauhkan anak dari bahaya. Betapa banyak anak yang telah menjadi korban atas kecerobohan orang tua dalam menyimpan benda-benda berbahaya di rumah.

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.