Fungsi Bermain Bagi Tumbuh Kembang Anak

Fungsi bermain bagi anak adalah merangsang perkembangan sensorik-motorik, perkembangan intelektual, sosial, kreatifitas, kesadaran diri, moral dan bermain sebagai terapi. Tidak sedikit pula orang tua yang melarang anak-anaknya untuk bermain. Khawatir ini dan itu. Kekhawatiran itu baik tapi tidak membabi-buta.

Jika dibandingkan antara anak-anak yang hidup di kampung dengan di kota, tingkat kreativitasnya ternyata berbeda. Anak-anak yang besar di kampung, mereka lebih banyak berinteraksi dengan alam. Hal ini lebih meningkatkan proses tumbuh-kembang anak karena rangsangan yang diterima lebih banyak. Anak yang besar di kota, memiliki nilai unggul dibidang fasilitas belajar namun untuk tingkat kreativitas dapat dikatakan anak desa lebih unggul. Mereka akan mengembangkan sikap inissiator sehingga hal yang sejatinya sulit didapatkan karena jarak dan biaya, ia bisa membuat hal baru yang serupa meski tak sama. Anak di kota unggul dalam sarana dan prasarana sehingga kualitas tumbuh kembang pun sangat baik. Masing-masing ada kelebihan dan saling melengkapi.

Bermain bagi anak, banyak sekali manfaatnya. Fungsi bermain bagi anak tentu untuk menunjang tumbuh kembangnya. Maka ketika memberikan mainan anak, harus memperhatikan fungsi bermain bagi anak tersebut. Ada permainan yang mendidik dan banyak mainan yang justru merusak anak. Beberapa diantaranya adalah ketujuh poin di bawah ini.

  1. Perkembangan sensorik-motorik merupakan komponen terbesar yang digunakan anak dan bermain aktif sangat penting untuk perkembangan pengobatan.
  2. Perkembangan intelektual anak melakukan eksplorasi dan manipulasi terhadap segala sesuatu yang ada dilingkungan sekitar.
  3. Perkembangan sosial anak akan memberi dan menerima serta mengembangkan hubungan sesuai dengan belajar memecahkan masalah dan hubungan sulit.
  4. Perkembangan kreatifitas anak belajar merealisasikan diri.
  5. Perkembangan kesadaran diri, anak belajar mengenal kemampuan dengan mencoba peran-peran baru dan mengetahui dampak tingkah lakunya terhadap orang lain.
  6. Perkembangan moral, anak akan belajar mengenai nilai dan moral dan etika belajar membedakan mana yang benar dan mana yang salah serta belajar bertanggung jawab atas segala tindakan yang telah dilakukan.
  7. Bermain sebagai terapi, anak akan mengalihkan rasa sakitnya pada permainannya dan relaksasi melalui kesenangannya bermain.
Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker