Diberi Adzab, Mahasiswa Pendonor Sperma Tewas Mengenaskan

Pendonor sperma diberi adzab mati mengenaskan (Dailymail.co.uk)

Adzab turun kepada seorang mahasiswa pendonor sperma. Ia adalah mahasiswa yang berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei. Mahasiswa pendonor sperma tersebut bernama Zheng Gang.

Zheng Gang diketemukan tak bernyawa di ruang khusus klinik kampus untuk menyumbang sperma, dan tengah memegang majalah dewasa. Cukup ironi jika meninggal pada saat yang demikian. Tanda-tanda turunnya adzab atas perbuatan donor sperma pun amat kentara.

Mahasiswa pendonor sperma ini tak kunjung keluar setelah mendonorkan spermanya. Terhitung sekitar 2 jam ia tak kunjung keluar sehingga petugas jaga pun memeriksanya. Didapati mahasiswa ini tidak bernafas lagi.

Staf itu pun segera memanggil dokter dan mencoba untuk menyelamatkannya. Tapi dokter kemudian menyatakan mahasiswa kedokteran itu sudah meninggal karena serangan jantung. Dia sebelumnya diketahui telah mendonorkan spermanya sebanyak empat kali hanya dalam waktu 10 hari.

Kasus meninggalnya mahasiswa pendonor sperma ini adalah kasus lama yakni tahun 2012 namun baru santer belakangan ini.

Dikutip dari Dailymail, Sabtu (13/9/2014) oleh Liputan 6 bahwasanya pihak keluarga melayangkan tuntutan kepada klinik donor sperma yang bersangkutan. Setelah persidangan terjadi, diputuskan bahwa kesalahan bukan terletak pada pihak klinik. Mahasiswa pendonor sperma ini mendonorkan sperma atas kemauannya sendiri, bukan dari permintaan klinik.

Klinik dituntut ganti rugi sekitar Rp 10 miliar oleh pihak keluarga. Meleset dari tuntutan, hakim memutuskan ganti rugi senilai Rp 366 juta plus uang pemakaman sekitar Rp 155 juta. Pihak kerabat mengajukan banding atas putusan tersebut. Tetapi pengadilan selanjutnya justru memperkuat putusan ganti rugi yang lebih rendah tersebut.

Selain itu, istri Zheng, yang juga mahasiswa di Wuhan University mendapat uang kompensasi sekitar Rp 38 juta sebagai biaya kuliah dan bantuan dari pihak kampus untuk mendapat pekerjaan setelah dia lulus.

Perbuatan yang tidak mengikuti aturan hukum Allah maka akan mendapat sanksi tegas baik di dunia mau pun di akhirat. Kasus meninggalnya pendonor sperma tersebut mestinya dapat memberikan pelajaran bahwasanya dengan adanya bank sperma, kasus anak yang tidak jelas siapa ayahnya pun semakin bermasalah. Dalam Islam, hal seperti ini diharamkan. Menikah adalah menjalin hubungan yang bertujuan untuk memperbanyak keturunan dengan bingkai tanggung jawab yang jelas. Jika kemudian bank sperma tumbuh subur maka akan semakin banyak bayi yang lahir tapi berstatus tidak jelas anak dari hasil sperma siapa.

Source: Liputan 6
Ed: Destur

Pos terkait