Cara Mudah Menyucikan Pakaian yang Terkena Madzi

Madzi secara hukum Islam merupakan termasuk cairan yang najis. Maka perlu diperhatikan bahwa beberapa lelaki memiliki gairah yang lebih tinggi daripada lelaki lain. Oleh karenanya, terkadang air Madzi keluar dengan sendirinya dan mengotoroi celana dalam. Pakaian yang terkena Madzi hendaknya dibersihkan. Selama ini, kita memahami bahwasanya menyucikan pakaian yang terkena Madzi adalah dengan cara dicuci hingga tak tersisa lagi Madzi tersebut. Dalam menyikapi hal ini, memang dimungkinkan terjadi perbedaan pendapat dari para ‘ulama. Oleh karenanya, jika alasan para ‘ulama itu bersumber dari Al Quran dan Sunnah maka hendaknya diambil yang paling baik.

Madzi berbeda dengan Mani (Sperma). Madzi keluar sebelum sperma. Warna Madzi bening tidak berbau sedangkan Sperma berwarna putih kental dan berbau khas. Madzi dapat keluar karena terangsang dan ketika bangun tidur pada kondisi tubuh kelelahan.

Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu ia berkata:
“Saya adalah seorang pria yang sering mengeluarkan madzi. Saya pun menyuruh Miqdad untuk menanyakan hal itu kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Rasulullah berkata: “Cukup berwudhu’ saja!”. (Muttafaqun ‘alaihi, matan di atas adalah riwayat Al-Bukhari)

Pertanyaan seputar cara bersuci dari Madzi tentu sudah jelas dalam hadits tersebut, yakni cukup dengan wudhu’ saja. Berbeda dengan Mani yang harus melakukan mandi janabah.

Lalu bagaimana cara menyucikan pakaian yang terkena Madzi?

Menyikapi hal ini, Senyum Perawat mengutip dari salah satu pembahasan dalam kitab “Ighotsatul Lahfan” karya imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyah. Beliau menyitir salah satu hadits dan menyimpulkan bahwa cara menyucikan pakaian yang terkena Madzi cukuplah dipercikkan air padanya.

Nabi shollallaahu ‘alayhi wa sallam pernah ditanya mengenai Madzi, maka beliau memerintahkan untuk berwudhu karenanya. Orang itu kembali bertanya, “Bagaimana menurut Anda tentang madzi yang mengenai pakaian saya?”, Beliau bersabda, “Ciduklah air sebanyak satu telapak tangan lalu percikkan di mana kamu melihat Madzi itu mengenainya (pakaian)”. (HR. Tirmidzi, Ahmad, dan Nasa’i, Tirmidzi berkata bahwa hadits ini hasan shohih)

Inilah pendapat yang benar karenan najis ini (Madzi) sulit dihindari karena seringnya mengenai pakaian pemuda yang masih bujang. Karena itu ia lebih layak untuk diperingan daripada air kencing bayi dan kotoran yang mengenai bagian bawah sepatu. (Ibnul Qoyyim, Ighotsatul Lahfan Hal. 205)

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker